Kantor Pertanahan Kota Tangerang melaksanakan apel pagi rutin sebagai sarana evaluasi, konsolidasi, dan penguatan komitmen dalam memberikan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Dok: Istimewa.
Jakarta – Membangun kepercayaan publik tidak hanya diwujudkan melalui penyelesaian layanan yang cepat, tetapi juga melalui budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Semangat itulah yang terus diperkuat Kantor Pertanahan Kota Tangerang melalui pelaksanaan apel pagi rutin sebagai sarana evaluasi, konsolidasi, dan penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Apel pagi yang diikuti seluruh jajaran pegawai tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Musdedy. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan persepsi sekaligus memastikan seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan pertanahan yang berkualitas.
Dalam arahannya, Musdedy mengapresiasi konsistensi seluruh pegawai yang senantiasa mengikuti apel pagi sebagai bagian dari budaya disiplin aparatur. Menurutnya, kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang profesional dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh pelaksana agar segera menindaklanjuti setiap berkas permohonan yang masih berada dalam proses penyelesaian. Berkas-berkas yang telah lama tertunda diminta menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga integritas institusi.
“Setiap berkas yang menjadi tanggung jawab kita harus segera diselesaikan. Kecepatan dan ketepatan pelayanan merupakan bentuk komitmen kita dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta nama baik institusi,” tegas Musdedy.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi, menegaskan bahwa hasil kunjungan lapangan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) harus dipandang sebagai momentum untuk terus melakukan pembenahan. Menurutnya, asistensi yang diberikan merupakan langkah preventif dalam memperkuat tata kelola pelayanan agar semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, Tardi menginstruksikan seluruh jajaran untuk melaksanakan sejumlah langkah perbaikan secara konsisten.
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi sistem antrean loket secara daring. Seluruh unit pelayanan diminta menjalankan sistem antrean online secara disiplin sebagai upaya menciptakan pelayanan yang lebih tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.
Selain itu, Tardi juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas komunikasi petugas pelayanan. Menyikapi catatan Tim Stranas PK mengenai aspek komunikasi di area pelayanan, seluruh petugas garda terdepan diwajibkan menerapkan budaya Senyum, Sapa, dan Salam (3S) secara konsisten serta membangun komunikasi yang ramah, santun, dan informatif kepada setiap masyarakat yang datang.
“Bila memang masih terdapat kekurangan dalam pelayanan, maka itu harus segera kita perbaiki. Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang profesional, ramah, dan memberikan rasa nyaman sejak pertama kali datang hingga layanan selesai,” tegas Tardi.
Melalui penguatan budaya kerja, percepatan penyelesaian layanan, optimalisasi sistem pelayanan digital, serta peningkatan kualitas interaksi dengan masyarakat, Kantor Pertanahan Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pertanahan yang semakin profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kantor Pertanahan Kota Tangerang untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mewujudkan tata kelola pelayanan pertanahan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
