Kompol Kharisma Arbita Bangsa, S.I.K., M.Si., Dok: Istimewa.
Jakarta – Bagi Kompol Kharisma Arbita Bangsa, S.I.K., M.Si., setiap penugasan di lingkungan Polri bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Prinsip tersebut menjadi pegangan sejak dirinya lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2013 hingga kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Kecelakaan (Kasilaka) Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Dalam wawancara bersama HaloFakta, Kompol Kharisma menuturkan bahwa perjalanan kariernya banyak ditempa di fungsi lalu lintas, khususnya pada bidang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident). Dari sana, ia belajar bahwa tugas kepolisian bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, saya lulus Akpol pada tahun 2013 dan mengawali pengabdian di Polda Metro Jaya. Sejak awal berdinas saya banyak ditempa di fungsi lalu lintas, khususnya bidang Regident. Saya pernah bertugas di Polres Metro Bekasi Kota, Ditlantas Polda Metro Jaya, hingga mendapat kesempatan bertugas di Korlantas Polri. Saat ini saya dipercaya mengemban amanah sebagai Kasilaka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Sebelum menangani kecelakaan lalu lintas, Kompol Kharisma cukup lama mengabdikan diri di bidang Regident. Berbagai jabatan pernah diembannya, mulai dari Pamin, Kanit STNK, Kanit Sistem Informasi Manajemen (SISM), hingga Kaur di lingkungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Korlantas Polri.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman mengenai pelayanan publik yang profesional.
“Saya cukup lama mengabdi di fungsi Regident. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman saya mengenai pelayanan publik yang profesional,” katanya.
Kini, sebagai Kasilaka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, ruang lingkup tugas yang diembannya jauh lebih luas. Bersama timnya, ia menangani perkara kecelakaan lalu lintas melalui proses penyelidikan, penyidikan, koordinasi lintas instansi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas penegakan hukum dan keselamatan berlalu lintas.
Meski bidang tugas yang dijalani berubah, prinsip pengabdiannya tetap sama.
“Setiap penugasan merupakan amanah dari pimpinan. Di mana pun ditempatkan, prinsip saya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan profesionalisme dan integritas,” tutur Kompol Kharisma.
Bagi perwira menengah Polri ini, setiap jabatan memberikan pelajaran yang berbeda. Saat bertugas di Regident, ia ditempa menjadi pribadi yang teliti dan berorientasi pada pelayanan. Sementara saat dipercaya di bidang penegakan hukum kecelakaan lalu lintas, ia belajar mengedepankan empati kepada para korban, bersikap tegas dalam mengambil keputusan, serta tetap objektif dalam menjalankan proses hukum.
“Seluruh penugasan memberikan pelajaran. Regident membentuk ketelitian dan orientasi pelayanan, sedangkan Gakkum Laka membentuk empati, ketegasan, dan objektivitas dalam penegakan hukum,” jelasnya.
Kompol Kharisma juga mengakui bahwa perjalanan kariernya tidak lepas dari tantangan. Pada masa awal berdinas, ia harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika organisasi sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang semakin baik.
“Tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan dinamika organisasi dan ekspektasi masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan kepemimpinan,” ungkapnya.
Perubahan penugasan dari pelayanan Samsat menuju penanganan kecelakaan lalu lintas juga menjadi bagian dari proses pengembangan organisasi. Menurutnya, perubahan tersebut tidak mengubah tujuan utama seorang anggota Polri.
“Perubahan tugas merupakan bagian dari pengembangan organisasi. Meskipun berbeda fungsi, tujuan utamanya tetap sama, yaitu memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, salah satu prioritas yang terus dijalankan adalah meningkatkan kualitas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas secara profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan dan peningkatan keselamatan berlalu lintas.
Baginya, dinamika karier di institusi Polri merupakan proses pembelajaran yang tidak pernah berhenti.
“Setiap penugasan adalah kesempatan belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperluas pengalaman untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat,” katanya.
Ke depan, Kompol Kharisma berharap dapat terus mengabdi dengan menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, membangun tim yang solid, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.
Filosofi bahwa setiap penugasan adalah amanah menjadi benang merah perjalanan karier Kompol Kharisma Arbita Bangsa. Dari pelayanan administrasi kendaraan bermotor hingga penanganan kecelakaan lalu lintas, ia meyakini bahwa esensi tugas seorang anggota Polri tetap sama, yakni hadir untuk melayani masyarakat, menegakkan hukum secara berkeadilan, dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
