Branch Manager BTN Kantor Cabang Palu Herry Gerald Talupun menerima piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepedulian Bank Tabungan Negara (BTN) terhadap masyarakat terdampak gempa di Sulawesi Tengah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kepada Branch Manager BTN Kantor Cabang Palu Herry Gerald Talupun dalam Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Palu, Senin (17/8).
Penyerahan penghargaan turut disaksikan Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido dan Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri.
Apresiasi itu diberikan atas kontribusi BTN dalam membantu masyarakat melewati masa sulit akibat bencana gempa. Bantuan yang dilakukan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
BTN menyalurkan paket sembako dan menyediakan dapur umum bagi warga terdampak. Di sisi lain, perseroan juga melakukan pemulihan layanan perbankan agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan keuangan setelah bencana.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dukungan agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.
Bagi warga yang terdampak, akses terhadap layanan keuangan menjadi bagian penting dalam proses bangkit. Aktivitas ekonomi keluarga, kebutuhan transaksi hingga berbagai keperluan lainnya tetap harus berjalan ketika masyarakat mulai menata kembali kehidupannya.
Keterlibatan BTN juga memperlihatkan peran BUMN yang tidak berhenti pada pelayanan bisnis, tetapi ikut hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Penghargaan dari Pemprov Sulteng menjadi bentuk pengakuan atas kepedulian tersebut sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan daerah pascabencana.
Di tengah upaya masyarakat Sulteng bangkit, kehadiran berbagai pihak menjadi energi tambahan. BTN memilih hadir bukan hanya dengan bantuan, tetapi juga memastikan layanan yang dibutuhkan masyarakat dapat kembali berjalan.
Bagi masyarakat yang sedang memulai kembali kehidupan setelah bencana, dukungan semacam itu menjadi pesan penting bahwa proses untuk bangkit tidak harus dilakukan seorang diri.
