Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi dan rompi) menjenguk pasien Puskesmas Riung yang dirawat di halaman gedung pascagempa M7,7 Flores di Kabupaten Ngada, NTT, Selasa (18/8).
Jakarta – Pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri kembali ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat turun langsung ke Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores berjalan sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada warga terdampak.
Suharyanto tiba di wilayah terdampak setelah bertolak dari Labuan Bajo menuju Bandara Turelelo, Bajawa. Dari sana, ia langsung meninjau sejumlah fasilitas pelayanan publik yang mengalami dampak guncangan gempa.
Salah satu lokasi yang didatangi adalah Rumah Sakit Pratama Riung. Fasilitas kesehatan tersebut mengalami kerusakan pada bagian plafon bangunan sehingga pelayanan belum dapat berjalan secara normal.
Suharyanto kemudian melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Riung. Kerusakan bangunan membuat sejumlah pasien harus dievakuasi dan menjalani perawatan di halaman puskesmas.
Di lokasi itu, Suharyanto berdialog dengan pasien, tenaga kesehatan, serta warga. Ia ingin memastikan kebutuhan masyarakat di lapangan teridentifikasi secara langsung, terutama terkait layanan kesehatan, logistik dan kebutuhan dasar selama masa darurat.
“Kehadiran kami di sini untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi. Mulai dari logistik, peralatan, pelayanan kesehatan, dapur umum, sampai kebutuhan lainnya akan kami dukung sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Suharyanto.
Bagi warga yang masih berada di tengah situasi darurat, kehadiran pemerintah secara langsung menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak. Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto menyerahkan dukungan logistik dan berbagai kebutuhan anak kepada para penyintas di lokasi pengungsian.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan asesmen terhadap dampak gempa di berbagai wilayah. Pemeriksaan mencakup fasilitas kesehatan, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat untuk menentukan dukungan lanjutan berdasarkan skala prioritas.
Kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menyiapkan langkah alternatif agar pelayanan medis tetap tersedia bagi masyarakat selama fasilitas yang terdampak menjalani pemeriksaan dan perbaikan.
Sementara itu, dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat terus didorong ke wilayah terdampak. BNPB berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan dan berbagai unsur lainnya untuk mempercepat penanganan.
Suharyanto menegaskan, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada satu titik, tetapi mencakup seluruh wilayah yang terdampak. Setiap perkembangan terus dipantau agar bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Kehadiran langsung Suharyanto di Riung menjadi penegasan bahwa pemerintah terus berada di tengah masyarakat. Bagi para penyintas yang sedang berusaha bangkit, pesan itu sederhana tetapi penting: mereka tidak berjuang sendirian.
