Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mematangkan kesiapan Kota Kupang sebagai tuan rumah Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II Tahun 2026.
Ajang olahraga nasional bagi atlet penyandang disabilitas intelektual ini tidak hanya dipersiapkan sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan ruang inklusif yang menghargai setiap individu.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, kepercayaan menjadi tuan rumah PeSONas II 2026 merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat NTT.
Menurut Melki, kesiapan sebagai tuan rumah tidak berhenti pada penyediaan arena pertandingan, fasilitas pendukung, maupun akomodasi peserta. Lebih dari itu, NTT ingin membangun suasana yang menunjukkan bahwa inklusi merupakan nilai yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Sebagai tuan rumah, kami tidak hanya menyiapkan pertandingan, penginapan atau pembukaan. Tetapi sebagai tuan rumah kami juga menyiapkan hati, menyiapkan masyarakat, menyiapkan lingkungan, dan menyiapkan ruang untuk setiap atlet dan juga semua yang nanti hadir menemani para atlet di Kupang, NTT dihargai sebagai pribadi yang unggul,” ujar Melki dalam acara Charity Night Special Olympics Indonesia (SOIna) di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai PeSONas II 2026 memiliki makna lebih besar dari sekadar ajang olahraga empat tahunan. Kegiatan ini menjadi pernyataan bersama bahwa Indonesia terus bergerak menuju masyarakat yang lebih terbuka, setara, dan memberikan kesempatan kepada setiap warga untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Ia adalah sebuah pernyataan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju masyarakat yang inklusif. Yang melihat kemampuan sebelum melihat keterbatasan, yang membuka ruang sebelum memberi penilaian,” kata Melki.
PeSONas II 2026 akan berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 di Kota Kupang. Ajang tersebut akan diikuti sedikitnya 23 provinsi dengan melibatkan 908 atlet dan 386 pelatih. Sebanyak tujuh cabang olahraga akan dipertandingkan dalam kompetisi nasional tersebut.
Melki menegaskan, NTT ingin menjadikan penyelenggaraan PeSONas II sebagai bukti nyata bahwa nilai inklusi dapat diwujudkan melalui pelayanan, penerimaan, dan penghormatan terhadap seluruh peserta.
“Kami di NTT mempersiapkan ini sebagai sebuah rumah, di mana semua tamu yang datang akan dihargai dan rumah yang memperlihatkan bahwa inklusi bukan sekadar slogan, tetapi akan kita buktikan dengan memperlakukan manusia sebagai sesama manusia,” ujarnya.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemerintah Provinsi NTT berharap PeSONas II 2026 mampu menjadi panggung prestasi bagi para atlet sekaligus memperkuat pesan kebangsaan tentang kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, dan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif.
