Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Melalui program Kartu Lansia Jakarta (KLJ), ribuan warga lansia mendapatkan kemudahan akses terhadap layanan transportasi publik hingga fasilitas kesehatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan, program KLJ telah dimanfaatkan oleh sekitar 168 ribu warga lansia di Jakarta. Kehadiran program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan dukungan agar para lansia tetap dapat menjalani kehidupan secara aktif, sehat, dan mandiri.
“Berdasarkan laporan terakhir, lansia di DKI Jakarta telah memanfaatkan Kartu Lansia kurang lebih 168.497 lansia,” ujar Pramono.
Pramono menjelaskan, program KLJ dirancang tidak hanya sebagai bentuk bantuan, tetapi juga sebagai jembatan kesejahteraan yang membuka akses lebih luas bagi lansia terhadap berbagai layanan dasar.
Salah satu manfaat utama yang diterima pemegang KLJ adalah kemudahan menggunakan transportasi umum milik Pemprov DKI Jakarta. Lansia dapat menikmati layanan MRT, LRT, TransJakarta, hingga JakLingko secara gratis atau dengan tarif maksimal Rp1.
“Begitu mereka memasuki usia lansia, maka semua transportasi apakah itu MRT, LRT, kemudian TransJakarta, kemudian juga JakLingko, semuanya mendapatkan gratis atau Rp1 maksimum,” kata Pramono.
Selain kemudahan mobilitas, KLJ juga memberikan akses terhadap layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta. Para penerima manfaat dapat memanfaatkan layanan di 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu yang tersedia di Jakarta.
Menurut Pramono, perhatian terhadap kelompok lansia menjadi penting seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Jakarta. Dari sekitar 11 juta penduduk Jakarta, kelompok lansia diperkirakan mencapai sekitar 10 persen atau kurang lebih 1,1 juta jiwa.
Pemprov DKI Jakarta memastikan program KLJ diberikan secara tepat sasaran dengan memprioritaskan lansia yang benar-benar membutuhkan dukungan. Proses penerima manfaat tetap melalui persyaratan tertentu agar bantuan dapat diterima oleh kelompok yang sesuai.
“Beberapa lansia yang mampu, keluarganya mampu, ditanggung keluarganya tentunya belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Tetapi yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” jelas Pramono.
Selain KLJ, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemberdayaan melalui Sekolah Lansia. Saat ini terdapat 78 Sekolah Lansia dengan jumlah peserta sekitar 2.278 orang yang menjadi wadah bagi lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong terwujudnya kota yang ramah lansia, di mana warga lanjut usia tidak hanya mendapatkan perlindungan sosial, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan bermartabat.
Program Kartu Lansia Jakarta menjadi salah satu langkah nyata Pemprov DKI dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang inklusif dan memastikan setiap kelompok masyarakat mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dasar.
