Ilustrasi Aplikasi InaRisk. Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana dengan mengenali risiko di lingkungan sekitar dan memanfaatkan teknologi informasi kebencanaan melalui aplikasi InaRisk Personal.
Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api dunia atau Ring of Fire, Indonesia memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Ancaman gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi di berbagai wilayah.
BNPB menilai kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak dan risiko bencana. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk memahami potensi ancaman yang ada di sekitar tempat tinggal, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul saat terjadi keadaan darurat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting seperti dokumen, obat-obatan, makanan darurat, dan kebutuhan dasar lainnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, BNPB menyediakan aplikasi InaRisk Personal yang memungkinkan masyarakat mengetahui tingkat risiko bencana di wilayah masing-masing. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh informasi ancaman bencana sekaligus rekomendasi langkah mitigasi yang dapat dilakukan.
BNPB menegaskan bahwa bencana memang tidak selalu dapat dicegah, namun dampaknya dapat diminimalkan melalui kesiapan, pengetahuan, dan kepedulian bersama.
Melalui kampanye #KitaTangguh, BNPB mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap risiko bencana dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
