Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Dok: Istimewa.
Jakarta – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mendorong Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) berkembang menjadi ekosistem kebudayaan yang mampu menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai lokal.
Pesan itu disampaikan Hasto saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Sumber Daya Manusia Rintisan Kelurahan Budaya di Taman Pintar, Selasa (1/9).
Dalam FGD bertema “Memperkuat Ekosistem Kebudayaan Menuju RKB Maju dan Adaptif” tersebut, Hasto menegaskan bahwa keberhasilan RKB tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kegiatan seni atau kelurahan yang berstatus budaya.
Menurutnya, nilai-nilai budaya harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu membentuk karakter generasi muda. Sejumlah nilai lokal seperti hamemayu hayuning bawana dan menang tanpa ngasorake dinilai penting untuk terus ditanamkan.
“Yang terpenting adalah seberapa dalam nilai-nilai budaya tersebut dapat diamalkan untuk membentuk karakter kepribadian anak-cucu kita agar tetap berdikari dan mencintai warisan otentik daerahnya,” ujar Hasto.
Ia juga mendorong agar pengembangan budaya berjalan beriringan dengan penguatan kemandirian masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan dan pengembangan pangan lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyampaikan, saat ini terdapat tujuh Kelurahan Kebudayaan, 36 RKB, dan dua kelurahan yang masih mendapatkan pendampingan.
FGD tersebut menjadi forum untuk mempertemukan para Ketua Forum RKB dalam membahas berbagai gagasan serta merumuskan program pembinaan yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing wilayah.
Untuk mendukung kelancaran agenda tersebut, Bagian Umum dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Yogyakarta bersama Dinas Kebudayaan turut memastikan fasilitasi pimpinan dan kebutuhan keprotokolan berjalan optimal.
Koordinasi penyambutan pimpinan, tata tempat, serta kesiapan sarana dan prasarana dilakukan agar rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Melalui penguatan sumber daya manusia dan pendalaman nilai budaya, Pemkot Yogyakarta berharap RKB tidak hanya menjadi wadah pelestarian tradisi, tetapi berkembang sebagai ekosistem budaya yang hidup, relevan, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.
