Dok: Istimewa.
Jakarta – Persaingan global yang semakin ketat menuntut Indonesia tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya, tetapi juga kemampuan menciptakan riset, inovasi, dan kolaborasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.
Di tengah tantangan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem yang menghubungkan kekuatan riset dengan dukungan industri jasa keuangan.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan antara BTN dan BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN Pusat, Kamis (6/8).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Kepala BRIN Prof. Arif Satria. Turut hadir Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo serta Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian.
Sinergi BTN dan BRIN menjadi langkah strategis untuk mempertemukan dua kekuatan yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. BRIN memiliki kapasitas dalam menghasilkan riset dan inovasi, sementara BTN sebagai institusi perbankan memiliki peran dalam menyediakan layanan dan dukungan finansial yang dibutuhkan untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, tetapi mampu menciptakan rantai nilai yang lebih luas. Riset yang menghasilkan pengetahuan dan teknologi dapat dikembangkan menjadi inovasi, kemudian mendorong peningkatan produktivitas dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam ekosistem tersebut, sektor perbankan memiliki posisi penting untuk memastikan inovasi yang lahir dari riset memiliki akses terhadap layanan dan dukungan pembiayaan yang memadai.
Langkah ini menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ekonomi berbasis inovasi. Pengembangan teknologi dan hasil riset membutuhkan ekosistem yang mampu menjembatani proses dari tahap penelitian hingga pemanfaatannya secara nyata oleh masyarakat dan dunia usaha.
BTN dan BRIN melihat kolaborasi lintas sektor sebagai salah satu kunci untuk membangun ekosistem tersebut.
Bagi BTN, sinergi dengan BRIN juga memperkuat peran perseroan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional. Perbankan tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga dapat menjadi katalisator yang mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan berbagai peluang inovasi dan produktivitas.
Sementara bagi BRIN, dukungan ekosistem jasa keuangan membuka ruang yang lebih luas agar hasil riset dan inovasi dapat memiliki nilai tambah serta memberikan manfaat yang lebih konkret bagi perekonomian.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan daya saing bangsa membutuhkan keterhubungan antara riset, inovasi, industri, dan pembiayaan. Ketika keempat unsur tersebut berjalan dalam satu ekosistem, hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi solusi dan produk yang memberikan manfaat nyata.
Dengan sinergi BTN dan BRIN, riset diharapkan tidak berhenti di ruang laboratorium. Inovasi didorong untuk masuk ke sektor produktif, menciptakan efisiensi, membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat sekaligus memperkuat kontribusi lembaga riset dan sektor perbankan dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
