Kepala Kanwil BPN Banten, Harison Mocodompis. Dok: IR.
Jakarta – Upaya percepatan pendaftaran tanah di wilayah yang belum optimal seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang terus menjadi perhatian serius BPN Banten. Berbagai strategi disiapkan untuk memastikan seluruh bidang tanah dapat terdaftar secara menyeluruh.
Kepala Kanwil BPN Banten, Harison Mocodompis, menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan mengedepankan tiga prinsip utama, yaitu cepat, akurat, dan inklusif.
โStrategi ini kami rancang agar dapat menjawab berbagai tantangan di lapangan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses dan informasi,โ ujarnya di KP3B, Rabu (13/4/2026).
Dalam aspek kecepatan, BPN mengoptimalkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan secara masif. Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan aplikasi Sentuh Tanahku untuk mempersiapkan dokumen secara mandiri.
Dari sisi akurasi, penggunaan teknologi modern seperti drone dalam pemetaan menjadi solusi untuk meningkatkan ketepatan data. Penegasan batas tanah juga dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat setempat.
โDengan pendekatan ini, kami dapat meminimalisir kesalahan data dan mencegah potensi konflik di masa depan,โ jelasnya.
Sementara itu, pendekatan inklusif dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat desa. Langkah ini juga diiringi dengan pemberian kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
โSemua lapisan masyarakat harus mendapatkan akses yang sama terhadap layanan pertanahan,โ tegas Harison.
