Jakarta – Pengguna LRT Jabodebek yang mengalami keluhan kesehatan saat berada di stasiun maupun dalam perjalanan dapat memperoleh pertolongan awal secara gratis. Layanan tersebut tersedia melalui pos kesehatan yang berada di 18 stasiun LRT Jabodebek.
Keberadaan layanan ini menjadi bagian dari dukungan LRT Jabodebek bagi pengguna yang membutuhkan penanganan awal ketika kondisi kesehatan terganggu selama menggunakan transportasi publik.
Berdasarkan rekap Januari hingga Agustus 2026, pos kesehatan LRT Jabodebek telah melayani 1.882 pengguna. Sementara sepanjang 2025, layanan tersebut tercatat melayani 1.707 pengguna.
Berbagai keluhan kesehatan ditangani, antara lain sakit kepala, gangguan lambung, diare, demam, kelelahan, nyeri tubuh hingga terkilir.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengimbau pengguna untuk segera meminta bantuan apabila merasa kurang sehat.
“Pengguna dapat melapor kepada petugas, maupun mendatangi pos kesehatan di stasiun. Dan jika melihat pengguna lain membutuhkan pertolongan, segera sampaikan kepada petugas agar bantuan dapat dikoordinasikan,” ujar Radhitya.
Pos kesehatan di stasiun dilengkapi sejumlah peralatan pertolongan awal, seperti kotak P3K, tensimeter, kursi roda dan tandu darurat. Seluruh peralatan tersebut diperiksa dan dirawat secara rutin.
Lokasi pos kesehatan berada di area sekitar gate masuk dan keluar stasiun serta dilengkapi papan penunjuk arah. Dengan demikian, pengguna yang membutuhkan bantuan dapat lebih mudah menemukan lokasi layanan tersebut.
Layanan kesehatan juga tetap dapat diakses ketika keluhan muncul saat kereta sedang berjalan. Pengguna dapat menyampaikan kondisi kepada Train Attendant atau petugas keamanan.
Petugas kemudian dapat menggunakan perlengkapan P3K yang tersedia di dalam kereta untuk memberikan respons awal. Jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, pengguna dapat diarahkan menuju pos kesehatan di stasiun terdekat.
Untuk mendukung layanan tersebut, LRT Jabodebek memiliki 19 paramedis operasional yang memiliki kompetensi pertolongan pertama serta izin dan registrasi tenaga kesehatan sesuai ketentuan.
Apabila kondisi pengguna memerlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, petugas akan membantu mengoordinasikan rujukan medis, termasuk dengan ambulans maupun fasilitas kesehatan terdekat.
Radhitya mengimbau pengguna untuk tidak menunggu kondisi semakin buruk sebelum meminta bantuan. Pelaporan lebih awal memungkinkan petugas memberikan pertolongan awal dan menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai kondisi.
Kehadiran pos kesehatan di 18 stasiun sekaligus dukungan petugas selama perjalanan menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek memberikan layanan yang tidak hanya berfokus pada perjalanan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pengguna ketika menghadapi kondisi kesehatan yang tidak terduga.
Dengan layanan tersebut, pengguna dapat merasa lebih tenang ketika keluhan kesehatan muncul di tengah perjalanan. Pertolongan awal dapat diperoleh tanpa biaya, sementara kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan fasilitas kesehatan yang sesuai.
