Jakarta – Obesitas kini tidak lagi bisa dipandang semata sebagai persoalan individu. Pilihan makanan, aktivitas fisik, lingkungan sosial, kondisi perkotaan hingga akses layanan kesehatan turut memengaruhi risiko seseorang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong pendekatan yang lebih luas dalam mencegah dan menangani obesitas. Perubahan tidak cukup hanya dilakukan melalui ajakan untuk mengatur pola makan atau berolahraga, tetapi juga perlu menyentuh lingkungan yang membentuk kebiasaan masyarakat.
Pada tingkat individu, pencegahan dapat dilakukan sepanjang siklus kehidupan. Pola makan sehat, aktivitas fisik secara teratur, tidur yang cukup, serta pembatasan perilaku kurang gerak dan waktu penggunaan layar menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi minuman manis dan makanan yang tinggi energi tetapi rendah zat gizi. Sebaliknya, konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh perlu menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Namun, WHO menekankan bahwa pilihan tersebut sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Ketersediaan makanan, harga, pemasaran produk serta kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik dapat membuat pilihan sehat menjadi lebih mudah atau justru lebih sulit dilakukan.
Obesitas Bukan Sekadar Masalah Timbangan
Penanganan obesitas juga tidak berhenti pada upaya menurunkan berat badan. Tenaga kesehatan perlu melakukan penilaian status berat badan secara rutin dan mengenali kelebihan berat badan serta obesitas sejak dini.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui risiko atau kondisi yang berkaitan dengan obesitas, termasuk hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan kardiometabolik, disabilitas dan masalah kesehatan mental.
Bagi mereka yang membutuhkan penanganan medis, WHO mendorong perawatan kronis yang komprehensif dan berpusat pada individu. Pendekatannya dapat mencakup intervensi perilaku, konseling nutrisi, dukungan psikologis, pengobatan farmakologis serta tindakan metabolik dan bariatrik sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, pengelolaan obesitas membutuhkan rencana jangka panjang dan pemantauan berkala. Tujuannya bukan hanya mengendalikan berat badan, tetapi juga mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
Industri Pangan Punya Peran
Perubahan lingkungan juga menyentuh industri makanan. WHO mendorong industri untuk mengurangi kandungan lemak, gula dan garam dalam makanan olahan serta memastikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi tersedia dengan harga yang terjangkau.
Pemasaran makanan dengan kandungan gula, garam dan lemak tinggi juga menjadi perhatian, terutama produk yang ditujukan kepada anak-anak dan remaja.
Di sisi lain, kebijakan publik dapat diarahkan untuk membangun lingkungan pangan yang lebih sehat. Langkah tersebut dapat berjalan beriringan dengan kebijakan di bidang pendidikan, sistem pangan, perencanaan kota, transportasi dan perlindungan sosial.
Tujuannya sederhana: membuat pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi pilihan yang lebih mudah dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
WHO Perkuat Respons Global
WHO telah mengembangkan berbagai rekomendasi berbasis bukti untuk membantu negara mencegah dan menangani penyakit tidak menular, termasuk obesitas. Pada 2022, negara-negara anggota WHO mendukung Rencana Percepatan WHO untuk Menghentikan Obesitas.
Rencana tersebut mendorong negara untuk mengubah lingkungan pangan dan perkotaan, meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, sekaligus memperkuat sistem kesehatan agar akses terhadap layanan pencegahan dan pengobatan obesitas semakin luas.
Program tersebut kemudian diperluas ke 34 negara pelopor yang mewakili sekitar 1,3 miliar orang atau sepertiga populasi global yang hidup dengan obesitas.
WHO juga menerbitkan pedoman pada Desember 2025 mengenai penggunaan terapi GLP-1 untuk pengobatan obesitas pada orang dewasa. Dalam pedoman tersebut, terapi GLP-1 ditempatkan sebagai salah satu komponen perawatan obesitas kronis multimodal, bersama intervensi perilaku, nutrisi dan psikologis berbasis bukti.
Pada akhirnya, menghadapi obesitas membutuhkan perubahan yang lebih besar dari sekadar mengubah kebiasaan individu. Lingkungan yang menyediakan makanan sehat, ruang untuk bergerak dan akses layanan kesehatan yang memadai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat.
