Direktur Jenderal Tata Ruang ATR/BPN Dr. Ir. Suyus Windayana, M.App.Sc.
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat perlindungan lahan sawah untuk menopang ketahanan pangan nasional. Penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) secara nasional kini telah mencapai sekitar 87,6 persen, meski angka tersebut masih dalam proses finalisasi.
Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dr. Ir. Suyus Windayana, M.App.Sc. mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya penyesuaian kebijakan di daerah untuk memenuhi target perlindungan lahan pangan.
Menurut Suyus, target 87 persen tidak diterapkan secara kaku pada setiap kabupaten dan kota. Pemerintah menggunakan pendekatan agregat dalam satu provinsi agar perbedaan karakteristik wilayah tetap dapat diperhitungkan.
“87,6 persen. Ada naik. Mudah-mudahan bisa bertahan atau naik sedikit,” ujar Suyus.
Pendekatan agregat tersebut memungkinkan daerah yang memiliki keterbatasan ruang untuk LP2B tetap dapat memenuhi target melalui kontribusi daerah lain dalam provinsi yang sama.
Langkah berikutnya adalah memastikan lahan yang telah ditetapkan memiliki kepastian dalam tata ruang. Pemerintah telah mengunci lokasi LP2B secara spasial sehingga data pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota mengacu pada basis lokasi yang sama.
“Sekarang semuanya kita kunci,” kata Suyus.
Ia menegaskan, penguncian spasial menjadi penting karena sebelumnya masih terdapat perbedaan antara kondisi eksisting sawah dengan pola ruang yang tercantum dalam dokumen tata ruang.
Setelah proses penetapan selesai, data tersebut akan diintegrasikan ke dalam tata ruang sehingga perlindungan lahan pangan memiliki dasar yang lebih jelas.
Percepatan LP2B juga melibatkan pemerintah daerah serta kementerian terkait. Kementerian Dalam Negeri turut memonitor daerah, sementara Kementerian Pertanian ikut mendorong percepatan penetapan LP2B.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat kepastian perlindungan sawah sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.
