Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis (kiri), mendampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan (kanan), saat monitoring dan evaluasi bersama jajaran BPN Provinsi Banten. Dok. Istimewa.
Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, di Provinsi Banten, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen BPN Banten dalam menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, cepat, dan berintegritas.
Kehadiran Wamen Ossy bertepatan dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) mingguan yang rutin digelar bersama seluruh Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten. Bagi Harison, forum tersebut bukan sekadar agenda evaluasi, tetapi juga ruang untuk membangun budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Harison menjelaskan, setiap pekan seluruh jajaran melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kinerja sekaligus membahas berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan.
Mulai dari kendala teknis hingga dinamika regulasi, seluruh persoalan dibedah bersama agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan pelayanan kepada masyarakat terus mengalami perbaikan.
“Teman-teman ini setiap hari Jumat berdiskusi mengenai kinerja. Kami tidak hanya melaporkan hal-hal yang indah dipandang mata, tetapi juga membahas permasalahan, hambatan, kendala, bahkan dinamika aturan. Karena ada beberapa regulasi yang ternyata belum sepenuhnya mendukung percepatan pelayanan, sehingga perlu kita carikan solusi bersama,” ujar Harison.
Menanggapi hal tersebut, Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan BPN tidak ditentukan oleh besarnya organisasi, melainkan oleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diterima.
Menurut Ossy, masyarakat menginginkan pelayanan pertanahan yang cepat, mudah, transparan, nyaman, dan bebas dari praktik pungutan liar. Karena itu, seluruh aparatur BPN harus menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik.
“Yang masyarakat tahu adalah pelayanan yang diberikan BPN diterima dengan baik, pelayanannya cepat, tidak bertele-tele, transparan, serta bebas dari pungutan liar. Karena itu ukuran keberhasilan kita adalah seberapa cepat, seberapa mudah, seberapa transparan, dan seberapa berintegritas pelayanan yang kita berikan,” tegas Ossy.
Ia juga mengajak seluruh jajaran BPN Provinsi Banten untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan empati dan orientasi solusi.
Menurutnya, meskipun tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara langsung, masyarakat tetap akan merasakan pelayanan yang baik apabila diberikan penjelasan yang jelas, diperlakukan dengan hormat, dan dibantu mencari solusi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penguatan budaya pelayanan, Ossy menekankan bahwa transformasi BPN harus berjalan melalui dua aspek utama, yakni transformasi sistem dan teknologi serta penguatan sumber daya manusia.
Digitalisasi pelayanan harus dibarengi aparatur yang profesional, adaptif, dan berintegritas agar pelayanan publik semakin efektif, akuntabel, dan dipercaya masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen ATR/Waka BPN juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh jajaran BPN Provinsi Banten, yaitu menjadi pemimpin yang mau mendengar, membangun budaya kolaborasi tanpa ego sektoral, serta menjadikan setiap pegawai sebagai teladan dalam bekerja dan melayani masyarakat.
“Saya ucapkan selamat melaksanakan rapat untuk terus memperbaiki pelayanan. Saya salut dan bangga kepada seluruh pegawai. Mari kita jaga semangat bertransformasi agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Ossy.
Menutup kegiatan, Harison Mocodompis menegaskan bahwa seluruh arahan Wamen ATR/Waka BPN akan menjadi pijakan bagi BPN Provinsi Banten dalam memperkuat budaya pelayanan yang berintegritas di seluruh satuan kerja.
Ia mengajak seluruh jajaran menjadikan setiap evaluasi sebagai sarana memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPN.
“Arahan yang telah disampaikan Bapak Wakil Menteri menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kita semua. Saya berharap seluruh jajaran menjadikannya sebagai pedoman dalam bekerja sehingga pelayanan yang kita berikan semakin cepat, transparan, profesional, berintegritas, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Harison.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Elfidian Iskariza, bersama para pejabat pengawas dan koordinator substansi di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten. Seluruh Kepala Kantor Pertanahan kabupaten/kota se-Provinsi Banten juga mengikuti kegiatan secara daring.
