Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. DOk: Istimewa.
Jakarta – Ada mimpi besar yang sedang dirawat Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pesta olahraga terbesar di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa putra-putri daerah dari Bumi Flobamora mampu berdiri di podium tertinggi.
Semangat itu mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) KONI NTT Tahun 2026. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran pemerintah daerah, KONI, dan insan olahraga menyatukan tekad untuk menjadikan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga NTT.
Bagi Melki, menjadi tuan rumah bukan sekadar menyiapkan arena pertandingan dan menyambut kontingen dari berbagai daerah. Lebih dari itu, PON 2028 adalah kesempatan bagi NTT menunjukkan kualitas, kerja keras, dan semangat juang atlet-atlet lokal.
“Jadi tuan rumah itu membanggakan. Tapi jadi juara di rumah sendiri, itu sejarah,” menjadi pesan kuat yang menggambarkan ambisi besar NTT menyambut PON 2028.
Dalam rapat tersebut, hadir Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kabid Binpres KONI Pusat Ahmad Saefudin, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota, pengurus KONI, serta para pelaku olahraga dari seluruh wilayah NTT.
Pertemuan itu menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan persiapan PON berjalan dengan arah yang jelas. NTT menargetkan mampu menembus 10 besar nasional, sekaligus mewujudkan lima keberhasilan utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses pariwisata, dan sukses administrasi.
Namun, target terbesar yang ingin ditinggalkan bukan hanya angka di papan perolehan medali. Pemerintah dan KONI NTT ingin menjadikan PON 2028 sebagai warisan bagi generasi berikutnya.
Sebuah warisan berupa lahirnya atlet-atlet muda NTT yang memiliki keyakinan bahwa mereka mampu bersaing, bukan hanya hadir sebagai peserta, tetapi datang dengan tekad memenangkan pertandingan.
Melki menilai pembangunan olahraga harus berjalan lebih jauh dari sekadar kompetisi. Olahraga adalah ruang untuk membentuk karakter generasi muda, menanamkan disiplin, serta membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk mengukir prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Karena itu, persiapan menuju PON 2028 membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu irama untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.
PON XXII 2028 akhirnya tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga simbol kebanggaan daerah. NTT ingin menunjukkan bahwa dari wilayah timur Indonesia, lahir atlet-atlet tangguh yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Dengan semangat kebersamaan, NTT sedang menulis babak baru: menjadi tuan rumah yang sukses, sekaligus menjadi daerah yang mampu menciptakan sejarah prestasi di panggung olahraga nasional.
