Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) penyaluran beasiswa bersama MPW ISMI DKI Jakarta sebagai wujud sinergi mendukung pendidikan santri dan pelajar. Dok: Istimewa.
Jakarta – Akses pendidikan bagi santri dan pelajar di DKI Jakarta mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi DKI Jakarta dan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta.
Kedua pihak resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) penyaluran beasiswa sebagai bagian dari komitmen bersama membangun generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus MPW ISMI DKI Jakarta masa bakti 2026–2031 yang dihadiri Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, pada Rabu (15/7).
Dalam sambutannya, Adib menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus baru MPW ISMI DKI Jakarta sekaligus berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selamat kepada seluruh pengurus MPW ISMI DKI Jakarta yang baru dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik dan memberikan kontribusi bagi kemajuan umat serta masyarakat DKI Jakarta,” ujarnya.
Menurut Adib, kerja sama penyaluran beasiswa menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperluas kesempatan belajar bagi santri dan pelajar. Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban pendidikan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, implementasi program beasiswa diharapkan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain membahas kerja sama beasiswa, Adib juga mengajak ISMI untuk memperkuat peran dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif. Menurutnya, wakaf memiliki potensi besar sebagai sumber pendanaan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga mengurangi kemiskinan.
Ia menjelaskan bahwa konsep dana abadi (endowment fund) yang diterapkan berbagai perguruan tinggi dunia memiliki kesamaan dengan prinsip wakaf, yakni menjaga pokok dana tetap utuh sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan publik.
Karena itu, Adib mengajak para pengusaha muslim yang tergabung dalam ISMI tidak hanya fokus mengembangkan usaha, tetapi juga mengambil peran sebagai motor penggerak pemberdayaan sosial melalui pengelolaan wakaf produktif.
“ISMI memiliki posisi strategis untuk mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang berdampak luas. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Kanwil Kemenag DKI Jakarta dan MPW ISMI DKI Jakarta berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada program beasiswa, tetapi terus berkembang dalam berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi umat, dan kemajuan masyarakat secara berkelanjutan.
