Dok: Istimewa.
Jakarta – Di balik jutaan usaha kecil yang tumbuh di berbagai pelosok Indonesia, ada kisah perjuangan para ibu yang tak pernah menyerah demi menghidupi keluarganya. Berbekal semangat dan kesempatan, mereka perlahan membangun usaha, meningkatkan pendapatan, hingga mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Perjalanan itu kini telah dirasakan oleh 23,3 juta nasabah PNM Mekaar yang tersebar di seluruh Indonesia. Mayoritas dari mereka adalah perempuan prasejahtera yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dan kini mendapatkan akses pembiayaan sekaligus pendampingan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa tujuan utama perusahaan bukan sekadar menyalurkan modal usaha, tetapi menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan para nasabah.
“Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya,” ujar Kindaris dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/6).
Menurutnya, pemberdayaan tidak berhenti pada pencairan pinjaman. PNM juga mendampingi para nasabah agar mampu mengembangkan usaha, mengelola keuangan keluarga, serta membangun kepercayaan diri untuk terus berkembang.
Pendekatan tersebut terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan kajian independen INDEKSTAT tahun 2025, rata-rata pendapatan bersih nasabah meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan. Di saat yang sama, kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha juga meningkat hampir 29 persen.
Bagi PNM, angka-angka tersebut bukan sekadar capaian statistik. Di baliknya terdapat jutaan cerita tentang ibu-ibu yang kini mampu memperluas usahanya, menyekolahkan anak dengan lebih tenang, hingga membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dari hasil kerja keras mereka sendiri.
“Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Kindaris.
Saat ini, PNM menjangkau masyarakat di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Lebih dari 43 ribu Account Officer hadir setiap hari di tengah masyarakat, mendampingi para nasabah secara langsung agar usaha yang dirintis dapat terus berkembang.
Sebagian besar nasabah PNM merupakan kelompok yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan formal atau unbankable. Karena itu, kehadiran PNM bukan hanya membuka akses permodalan, tetapi juga membuka harapan baru bagi jutaan keluarga untuk keluar dari keterbatasan ekonomi melalui usaha yang mereka bangun sendiri.
Dengan mengedepankan pembiayaan yang disertai pendampingan berkelanjutan, PNM ingin memastikan bahwa setiap langkah kecil yang diambil para perempuan pelaku usaha dapat menjadi awal dari perubahan besar bagi keluarga, lingkungan, dan masa depan mereka.
