Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi hitam rompi cokelat) didampingi jajaran pemerintah provinsi Sulawesi Utara. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi hitam rompi cokelat) didampingi jajaran pemerintah provinsi Sulawesi Utara. Dok: Istimewa.Respons cepat pemerintah pusat terhadap bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara ditunjukkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Dr. Suharyanto, yang turun ke lokasi terdampak di Kota Manado, Jumat (3/4).
Kehadiran Suharyanto di lapangan bukan sekadar simbolis, melainkan untuk memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan optimal. Ia memulai peninjauan di kawasan Gedung KONI (Hall B), salah satu titik yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat guncangan gempa.
Di lokasi tersebut, Suharyanto melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi bangunan, sekaligus berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan kebencanaan. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam asesmen kerusakan guna menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Kepala BNPB juga menyempatkan diri menyusuri permukiman warga yang terdampak. Dalam interaksi tersebut, ia berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Warga pun menceritakan detik-detik saat gempa terjadi, yang disertai kepanikan dan kepungan reruntuhan bangunan. Dari laporan warga, diketahui adanya korban jiwa akibat tertimpa material bangunan yang roboh.
Menanggapi hal itu, Suharyanto langsung menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan darurat lainnya. Bantuan ini diberikan kepada warga terdampak maupun korban luka sebagai bagian dari upaya tanggap darurat.
โKami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Negara hadir, dan semua kebutuhan dasar harus segera terpenuhi,โ tegas Suharyanto.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen BNPB dalam memastikan penanganan bencana tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran, berbasis kondisi nyata di lapangan.
