Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena bersama para penerima penghargaan TP2DD terbaik wilayah Nusampua 2026. Foto: Humas Pemprov NTT.
Jakarta – Konsistensi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mendorong transformasi digital kembali mendapat apresiasi. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, NTT dinobatkan sebagai Provinsi Berkinerja Terbaik dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Nusampua).
Penghargaan tersebut diterima Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Capaian ini memperpanjang catatan prestasi NTT yang sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2024 dan 2025. Raihan tiga tahun berturut-turut tersebut menunjukkan kesinambungan program digitalisasi yang dijalankan pemerintah daerah, baik dalam transaksi pemerintah maupun pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena, digitalisasi ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Penggunaan transaksi elektronik dan layanan keuangan digital terus didorong agar aktivitas pemerintahan dan perekonomian daerah dapat berjalan lebih efektif.
Bagi Pemprov NTT, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Transformasi digital diarahkan untuk menciptakan sistem yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin terhubung dengan layanan keuangan formal.
Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut membangun ekosistem digitalisasi di NTT. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten dan kota, Bank Indonesia, perbankan, lembaga keuangan, badan usaha, akademisi, serta masyarakat.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada semua pihak yang selama ini bekerja keras membangun dan mengembangkan ekosistem digital di NTT,” ujar Melki.
Ia menilai keberhasilan tersebut harus menjadi energi untuk memperluas kerja sama dan inovasi. Digitalisasi, kata Melki, perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat di berbagai wilayah NTT.
Selain prestasi TP2DD, NTT juga mencatat capaian dalam bidang pengendalian inflasi. Pada forum yang sama, Pemprov NTT meraih peringkat kedua TPID Award 2026 untuk wilayah Nusampua.
Penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri karena menyentuh dua aspek penting dalam pembangunan daerah, yakni percepatan digitalisasi serta penguatan stabilitas harga. Keduanya berkaitan erat dengan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Pemprov NTT terus membawa transformasi digital sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Bukan hanya untuk mengubah sistem transaksi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang semakin inklusif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Raihan tiga tahun berturut-turut sebagai provinsi berkinerja terbaik TP2DD Nusampua sekaligus menjadi dorongan bagi NTT untuk menjaga konsistensi, memperluas inovasi, dan memastikan perkembangan digitalisasi memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
