Bupati Bogor Rudy Susmanto mengukuhkan anggota Paskibraka Kabupaten Bogor di Aula Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dok.Istimewa
Jakarta – Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang berdiri tegap di bawah kibaran Merah Putih. Di balik seragam dan barisan yang disiplin, ada kisah perjuangan anak-anak muda Kabupaten Bogor yang mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan untuk meraih prestasi.
Kisah tersebut terungkap saat Bupati Bogor Rudy Susmanto bersilaturahim dan berdialog dengan anggota Paskibraka Kabupaten Bogor 2026.
Rudy mengaku bangga setelah mendengar perjalanan hidup sejumlah anggota Paskibraka yang datang dari latar belakang berbeda. Bagi dia, keberhasilan mereka menembus seleksi hingga dipercaya mengemban tugas negara menjadi bukti bahwa kondisi kehidupan bukan penghalang untuk berprestasi.
“Ada anak petani, anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Ada juga seorang putri Paskibraka yang sudah menjadi yatim di usia enam tahun dan piatu di usia 13 tahun,” ujar Rudy.
Cerita tersebut, menurut Rudy, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi selama memiliki kemauan, disiplin dan semangat untuk berjuang.
Para anggota Paskibraka Kabupaten Bogor 2026 telah melewati serangkaian proses seleksi, pembinaan dan pelatihan sebelum mendapatkan kepercayaan untuk mengibarkan Sang Merah Putih dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rudy berharap pengalaman tersebut tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai. Menurutnya, proses menjadi Paskibraka harus menjadi momentum untuk membentuk karakter generasi muda agar semakin disiplin, bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Paskibraka memiliki makna besar. Mereka bukan hanya menjalankan tugas dalam sebuah upacara, tetapi membawa simbol negara sekaligus mewakili masyarakat Kabupaten Bogor.
“Tugas ini bukan sekadar upacara, mereka membawa simbol negara mewakili sekitar enam juta jiwa lebih masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Karena itu, Rudy meminta para anggota Paskibraka menjaga nilai-nilai yang telah mereka dapatkan selama menjalani pembinaan. Kedisiplinan, keikhlasan, tanggung jawab dan nasionalisme diharapkan menjadi karakter yang terus melekat dalam kehidupan mereka.
Menurut Rudy, Sang Merah Putih yang dikibarkan Paskibraka merupakan simbol perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, keringat, darah hingga nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
“Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus memberikan yang terbaik bagi keluarga, masyarakat, Kabupaten Bogor dan Indonesia,” pesannya.
Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan dan pelatihan Paskibraka Kabupaten Bogor.
Ia menilai keberhasilan para pelajar tersebut menjalankan tugas merupakan hasil kerja bersama sekaligus investasi penting dalam menyiapkan generasi muda Kabupaten Bogor yang tangguh.
Dari kisah para Paskibraka tersebut, Rudy ingin menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah garis akhir. Dengan perjuangan, disiplin dan kesempatan yang tepat, anak-anak muda dari berbagai latar belakang dapat berdiri sejajar dan mengukir prestasi.
Bagi Rudy, keberhasilan Paskibraka Bogor menjadi pesan sederhana namun kuat: perjuangan mampu menaklukkan keterbatasan dan membuka jalan menuju masa depan.
