Dok: Humas ATR/BPN.
Jakarta – Upaya modernisasi pendidikan di sektor pertanahan dan tata ruang terus digencarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Salah satu langkah strategis yang kini tengah didorong adalah transformasi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional menjadi institusi pendidikan vokasi berbasis sekolah kedinasan.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari upaya besar reformasi birokrasi dan penguatan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan lapangan.
“Transformasi ini bukan hanya soal perubahan struktur, tetapi juga perubahan paradigma pendidikan. Kami ingin mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan nyata di lapangan sejak awal,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI.
Dalam kerangka transformasi tersebut, STPN melakukan penataan kurikulum dan program studi secara menyeluruh. Program Diploma I dihentikan, sementara program Sarjana Terapan diperkuat untuk menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri pertanahan dan tata ruang.
Selain itu, dukungan fasilitas modern menjadi salah satu keunggulan STPN. Laboratorium sistem informasi geografis, fotogrametri, kartografi, hingga peralatan ukur canggih menjadi sarana penting dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Sistem pendidikan berbasis asrama juga tetap dipertahankan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas.
Dari sisi tata kelola, kinerja anggaran STPN menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir dengan realisasi di atas 97 persen. Hal ini menjadi indikator kesiapan institusi dalam menjalankan transformasi menuju sekolah kedinasan yang modern dan profesional.
Meski demikian, DPR RI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses transformasi. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, mengingatkan agar seluruh proses dilakukan secara terencana dan terkoordinasi dengan baik.
Rapat yang dipimpin oleh M. Rifqinizamy Karsayuda tersebut menjadi wadah strategis dalam menyelaraskan visi antara pemerintah dan legislatif.
Ke depan, transformasi STPN diharapkan mampu melahirkan generasi baru insan pertanahan Indonesia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berintegritas dan siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan nasional.
