Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Sektor pertanahan memegang peranan penting dalam mewujudkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Politik yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (13/6/2026).
Mengusung tema “Asta Cita sebagai Kompas Peradaban: Meneguhkan Kepemimpinan Bangsa yang Tangguh, Berdaulat, dan Berkemajuan”, Ossy menjelaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan tata kelola pertanahan yang baik.
Ia mencontohkan program swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, pengelolaan sumber daya air, hingga pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif. Seluruh program tersebut membutuhkan ketersediaan lahan yang jelas, legal, dan terencana.
“Semua program tersebut membutuhkan lahan dan tanah. Di situlah peran Kementerian ATR/BPN akan mendorong program Asta Cita terlaksana,” ujarnya.
Menurut Ossy, pertanahan tidak lagi dipandang sebatas urusan administrasi sertifikat. Lebih dari itu, sektor ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan nasional, menciptakan kepastian hukum, serta memastikan pemanfaatan ruang berjalan secara berkeadilan dan berkelanjutan.
Di hadapan mahasiswa, ia juga mengajak generasi muda untuk memahami isu agraria secara lebih luas karena berkaitan erat dengan masa depan bangsa. Sebab, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan membutuhkan tata kelola pertanahan yang kuat sebagai fondasinya.
