Jakarta – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi 4.400 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, pada Senin (22/6), dengan total nilai mencapai Rp93,75 miliar pada tahap ketiga termin pertama.
Dari total bantuan tersebut, sebesar Rp38,25 miliar dialokasikan untuk 2.550 KK dengan kategori rumah rusak ringan. Sementara itu, Rp55,50 miliar lainnya diperuntukkan bagi 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang.
Kepala BNPB menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah agar masyarakat dapat segera kembali memiliki hunian yang layak dan aman,” ujar Suharyanto.
Ia juga menekankan agar bantuan yang telah diterima digunakan sesuai peruntukan, yaitu untuk perbaikan rumah warga, bukan untuk kebutuhan di luar itu. Menurutnya, ketepatan penggunaan dana menjadi kunci kelancaran proses pemulihan dan keberlanjutan penyaluran bantuan tahap berikutnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap proses pemulihan di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana dan kembali menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi secara normal.
