Pelepasan Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan menuju lokasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pulomerak, Cilegon, Banten.
Jakarta – PDI Perjuangan bergerak membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, partai mengerahkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju wilayah Flores dan sekitarnya.
Kapal rumah sakit tersebut diberangkatkan dari Cilegon, Banten, untuk memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan relawan kesehatan PDIP yang telah lebih dulu berada di wilayah terdampak.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pengerahan kapal merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Megawati untuk memperkuat gerakan kemanusiaan bagi masyarakat NTT.
“Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini PDI Perjuangan mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya,” kata Hasto dalam keterangannya.
Pelepasan kapal dipimpin langsung Hasto di Cilegon. Prosesi keberangkatan berlangsung khidmat dengan doa bersama yang diikuti jajaran pengurus partai, relawan, dan awak kapal.
Doa dipanjatkan untuk para korban gempa sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran bagi para relawan yang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana.
Hasto mengatakan sejumlah tokoh dan kader PDIP juga telah berada di Flores untuk membantu penanganan korban gempa. Di antaranya Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.
Menurut Hasto, seluruh gerakan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong dan kemanusiaan yang menjadi pijakan PDIP dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Seluruh pergerakan partai digerakkan oleh spirit gotong royong dan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang politik maupun SARA,” ujarnya.
Kapal Rumah Sakit untuk Warga Kepulauan
RSA Laksamana Malahayati merupakan kapal rumah sakit milik PDIP yang secara khusus menjalankan misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil di Indonesia.
Kapal tersebut diluncurkan Megawati Soekarnoputri pada Juni 2023 dan sejak itu menjelajah berbagai wilayah perairan Indonesia untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
RSA Laksamana Malahayati memiliki bobot 262 gross tonnage (GT), panjang 30 meter, lebar 9 meter, dan dapat melaju hingga kecepatan maksimal 7 knot.
Dalam operasionalnya, kapal tersebut didukung 12 anak buah kapal dan delapan tenaga kesehatan.
Kini, kapal tersebut kembali menjalankan misi kemanusiaan dengan menuju Flores. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gempa sekaligus mendukung upaya pemulihan di wilayah bencana.
Langkah PDIP ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT mendapatkan dukungan dan pelayanan di tengah masa pemulihan.
