Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri) bersama COO Danantara Dony Oskaria (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di lobi utama Wisma Danantara Indonesia, Selasa (11/8/2026).
Jakarta – Program percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah memasuki babak baru. Sinergi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Danantara dan Badan Pengaturan BUMN akan diperkuat melalui Danantara Housing Expo yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2026 di NICE PIK, Jakarta.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pameran tersebut bukan sekadar ajang promosi properti, tetapi menjadi wadah untuk mempertemukan seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pengembang, perbankan, pembiayaan hingga masyarakat calon pembeli rumah.
Hal itu disampaikan Maruarar saat doorstop bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di lobi utama Wisma Danantara Indonesia, Selasa (11/8/2026).
Maruarar mengapresiasi dukungan Dony Oskaria dalam memperkuat pembiayaan sektor perumahan, khususnya untuk dua program strategis dalam Program 3 Juta Rumah, yakni rumah subsidi dan KUR Perumahan.
“Untuk rumah subsidi, yang terbesar adalah BTN. Kemudian untuk KUR Perumahan, yang terbesar adalah BRI,” ujar Maruarar.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu kunci agar target penyediaan rumah tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses pembiayaan yang terjangkau.
Maruarar menyebut sejumlah capaian pembangunan rumah yang telah mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto.
Di antaranya pembangunan 26.000 rumah di Bogor, 50.000 rumah yang dikembangkan Wawan, seorang mantan pengemudi ojek, hingga pembangunan lebih dari 62.000 rumah di Batang yang baru-baru ini turut dihadiri Presiden.
“Jadi nanti diberikan tempat yang sangat baik oleh Pak Doni, rumah subsidi dari tiga pengembang muda, pengusaha daerah, yang bagus tiga itu untuk disampaikan,” katanya.
Selain rumah subsidi, Maruarar mengatakan pemerintah juga akan mendorong program gentengisasi sesuai arahan Presiden.
Program tersebut akan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku UMKM agar kebutuhan material bangunan dapat dipenuhi dengan produk lokal yang memiliki kualitas serta standar yang baik.
“UMKM juga kualitasnya harus bisa bagus dan ada standardisasi sehingga yang memakai juga merasa nyaman,” ujarnya.
Meikarta Disiapkan untuk 141 Ribu Unit
Maruarar juga mengungkap perkembangan rencana pemanfaatan lahan di kawasan Meikarta. Menurut dia, terdapat rencana hibah lahan seluas sekitar 30 hektare yang berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 141.000 unit hunian.
Hunian tersebut dirancang dengan beberapa tipe, mulai dari satu kamar, dua kamar hingga tiga kamar.
Namun, Maruarar menegaskan pemerintah tetap menunggu penyelesaian aspek legal dari Kementerian Keuangan agar pelaksanaannya memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
“Kepastian hukum yang benar bagi siapa? Bagi yang beli, bagi pengembang yang bangun, dan bagi bank yang membiayai,” tegasnya.
Ia menilai kepastian hukum menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Sementara itu, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam Danantara Housing Expo.
Menurut Dony, kehadiran Presiden akan memperkuat pesan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
“Insyaallah Pak Presiden akan hadir di Danantara Housing Expo, karena ini bagian daripada program pemerintah untuk menyediakan rumah 3 juta kepada masyarakat Indonesia,” kata Dony.
Dony menjelaskan, pameran akan menghadirkan berbagai pengembang dan produk perumahan.
Tidak hanya itu, sektor pembiayaan juga akan menjadi bagian penting dalam expo tersebut.
“Kita juga akan menghadirkan bentuk pembiayaan baru yang kita berikan kepada seluruh calon customer yang akan membeli rumah di dalam event tersebut,” ujarnya.
Menariknya, Danantara Housing Expo juga akan menawarkan berbagai insentif bagi masyarakat.
Dony menyebut jumlah produk dan pengembang yang terlibat akan cukup banyak, sementara skema pembiayaan akan dibuat lebih seragam sehingga calon pembeli lebih mudah menentukan pilihan.
Selain itu, pengunjung juga akan mendapatkan kesempatan memperoleh berbagai hadiah.
“Ada hadiah rumah juga, hadiah mobil, dan lain sebagainya,” kata Dony.
Dengan konsep tersebut, Danantara Housing Expo diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat akan hunian dengan dukungan pembiayaan, pengembang, perbankan dan seluruh pelaku industri perumahan.
Bagi Maruarar, kolaborasi antara Danantara, Badan Pengaturan BUMN dan Kementerian PKP menjadi bagian penting dalam memastikan Program 3 Juta Rumah benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
