Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan TNI AD bergerak memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak hanya mengandalkan bantuan logistik umum, Maruli mengarahkan TNI AD untuk melihat kebutuhan yang masih belum terpenuhi di lokasi bencana. Dari pemetaan tersebut, bantuan berupa perangkat komunikasi Starlink hingga toren air, cangkul, dan sekop dikirim untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Dari semua angkatan, kementerian sudah kirim logistik. Dari Angkatan Darat perlu ada komunikasi, kita kirim Starlink,” ujar Maruli di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Maruli, komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi bencana. Ketersediaan jaringan komunikasi dibutuhkan untuk memperlancar koordinasi sekaligus mendukung proses penanganan masyarakat terdampak.
Namun, perhatian TNI AD tidak berhenti pada kebutuhan komunikasi. Maruli mengatakan pihaknya juga memetakan kebutuhan sederhana yang justru penting bagi warga dan petugas di lokasi bencana.
Cangkul, sekop, dan toren air menjadi bagian dari bantuan yang disiapkan.
“Makanya kami melihat mana yang lain sudah cukup, kami lihat dari sisi lain,” katanya.
Maruli Utamakan Bantuan yang Tepat Sasaran
Langkah Maruli menunjukkan bahwa dukungan TNI AD diarahkan agar tidak terjadi penumpukan bantuan pada jenis kebutuhan yang sama.
Dengan melihat kebutuhan yang telah terpenuhi dan mencari bagian yang masih kurang, TNI AD berupaya mengisi celah tersebut agar penanganan bencana berjalan lebih efektif.
Starlink menjadi salah satu dukungan strategis karena komunikasi memiliki peran penting dalam situasi darurat, terutama ketika jaringan komunikasi di wilayah terdampak mengalami gangguan.
Sementara toren air dan peralatan seperti cangkul serta sekop disiapkan untuk menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas penanganan di lapangan.
Belum Ada Penambahan Pasukan
Di tengah penanganan gempa, Maruli juga memastikan belum ada penambahan personel TNI AD secara khusus untuk membantu penanganan bencana di NTT.
Menurutnya, kebutuhan penambahan pasukan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kita nanti lihat perkembangan. Sekarang kan logistik sudah sampai semua nih, tinggal distribusinya,” ujar Maruli.
Maruli menilai saat ini fokus utama adalah memastikan bantuan yang telah tersedia dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut berpusat di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Gempa menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada permukiman warga, infrastruktur, sarana, dan prasarana. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak juga ikut terganggu.
Dalam situasi tersebut, KSAD Maruli memastikan TNI AD terus menyesuaikan dukungannya dengan kebutuhan di lapangan. Mulai dari menjaga komunikasi melalui Starlink hingga memenuhi kebutuhan air dan peralatan kerja, bantuan diarahkan untuk memperkuat penanganan darurat dan membantu masyarakat melewati masa sulit akibat bencana.
