Dok: Istimewa.
Jakarta – Komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul terus diperkuat oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang.
Sejumlah Kepala Seksi (Kasi) dan Koordinator Substansi (Korsub) mengikuti Ujian Seleksi Kelompok Rencana Suksesi (KRS) Jabatan Administrator Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM/BPSDM) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Cikeas, Kabupaten Bogor.
Keikutsertaan para pejabat tersebut merupakan bagian dari proses penyiapan kader pemimpin yang kompeten sekaligus mendukung penerapan sistem merit di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Melalui seleksi ini, kementerian berupaya memastikan setiap calon pejabat administrator memiliki kapasitas kepemimpinan, kompetensi manajerial, serta integritas yang dibutuhkan dalam menjalankan roda organisasi.
Pelaksanaan Ujian Seleksi KRS menjadi tahapan penting dalam manajemen talenta yang diterapkan Kementerian ATR/BPN. Selain sebagai proses pemetaan kompetensi dan potensi aparatur, seleksi ini juga menjadi strategi jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan organisasi yang semakin dinamis.
Selama mengikuti seleksi, para peserta menjalani rangkaian ujian sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan secara objektif untuk mengukur kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kesiapan dalam mengemban jabatan administrator di masa mendatang.
Bagi Kantah Kota Tangerang, partisipasi dalam seleksi ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung transformasi birokrasi melalui pengembangan aparatur yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Kehadiran pemimpin yang berkualitas diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.
Melalui proses seleksi yang kompetitif dan transparan ini, diharapkan lahir talenta-talenta terbaik yang siap menjadi pemimpin masa depan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Regenerasi kepemimpinan yang berbasis kompetensi tersebut diyakini akan semakin memperkuat kinerja organisasi dalam menghadirkan layanan pertanahan dan tata ruang yang profesional, modern, terpercaya, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
