Tim Robotik Mulieng MAN 1 Pidie, Aceh, saat meraih juara ketiga pada World Robotic Center Competition (WRCC) 2026 di University Putra Malaysia, Selangor, Malaysia. Dok. Istimewa.
Jakarta – Prestasi siswa madrasah di kancah internasional mendapat apresiasi dari Kementerian Agama. Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Faisal Ali Hasyim, menyampaikan penghargaan atas keberhasilan Tim Robotik Mulieng MAN 1 Pidie, Aceh, meraih juara ketiga World Robotic Center Competition (WRCC) 2026 di University Putra Malaysia (UPM), Selangor, Malaysia.
Prestasi tersebut diraih pada kategori Robot Sumo dalam kompetisi yang berlangsung pada 11–12 Agustus 2026. Tim MAN 1 Pidie bersaing dengan peserta dari sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Vietnam.
Dua siswa MAN 1 Pidie, Habibi Azzarral dan Askia Humaira, menjadi wakil sekolah dalam kompetisi tersebut. Keduanya mengandalkan robot beroda yang dirancang untuk mendorong robot lawan hingga keluar dari batas arena.
Bagi Faisal, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh, tetapi juga menunjukkan bahwa madrasah memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Menyampaikan apresiasi tinggi dan selamat kepada Tim Robotik MAN 1 Pidie yang berhasil meraih prestasi terbaik pada World Robotic Center Competition 2026 di University Putra Malaysia, Selangor, Malaysia. Ini bukan cuma membanggakan rakyat Aceh, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia,” kata Faisal, Jumat (14/8/2026).
Menurut Faisal, prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kualitas pendidikan di madrasah terus berkembang. Ia berharap keberhasilan MAN 1 Pidie dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah, khususnya pada jenjang pendidikan menengah atas.
“Ini menunjukkan kualitas pendidikan kita semakin baik. Menjadi bukti pendidikan di madrasah terus meningkat,” ujarnya.
Faisal juga mendorong agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi pemicu bagi madrasah lain untuk mengembangkan potensi siswa di bidang teknologi dan inovasi.
Menurutnya, perkembangan robotika dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa madrasah untuk mengasah kemampuan berpikir, kreativitas, kerja sama, serta keberanian berkompetisi dengan pelajar dari negara lain.
Atas capaian tersebut, Kementerian Agama berharap MAN 1 Pidie dapat berkembang menjadi salah satu model dan madrasah rujukan pendidikan tingkat atas di Aceh.
Harapan itu sekaligus menjadi dorongan agar madrasah mampu menunjukkan keunggulan melalui berbagai bidang, tidak hanya prestasi akademik, tetapi juga sains, teknologi, olahraga, seni, dan inovasi.
“Sekali lagi selamat kepada Tim Robotik. Insya Allah nanti akan mengunjungi lagi MAN 1 Pidie untuk melihat prestasi anak-anak pelajar setempat,” kata Faisal.
WRCC 2026 mempertemukan tim robotik dari sejumlah negara di Asia Tenggara dengan sistem pertandingan gugur. Pada kategori Robot Sumo, peserta dituntut memiliki robot yang mampu bergerak, bertahan, sekaligus mengatur strategi untuk mengeluarkan robot lawan dari arena.
Keberhasilan MAN 1 Pidie meraih podium internasional menjadi catatan positif bagi pendidikan madrasah di Aceh. Bagi Faisal, prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dari madrasah dapat lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga siap menghadapi perkembangan teknologi dan kompetisi global.
