Dedi Wahidi menyosialisasikan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi 2026 di Indramayu sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dok: Istimewa.
Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus diperjuangkan Anggota Komisi X DPR RI, H. Dedi Wahidi.
Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Tahun 2026, ia mengalokasikan sebanyak 44.000 bantuan pendidikan bagi pelajar di Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.
Komitmen tersebut disampaikan Dedi Wahidi saat menggelar Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi 2026 di Aula Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Sabtu (25/7).
Bagi Dedi Wahidi, pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa yang tidak boleh terhambat oleh persoalan ekonomi. Karena itu, ia memastikan Program Indonesia Pintar benar-benar menyasar siswa yang membutuhkan agar tidak ada lagi anak yang terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya.
“Melalui PIP ini, pemerintah hadir untuk meringankan beban orang tua. Tugas kami di DPR adalah mengawal agar program ini sampai kepada mereka yang benar-benar berhak. Jangan sampai ada siswa putus sekolah karena kesulitan biaya,” tegas Dedi.
Pada 2026, alokasi PIP yang diperjuangkan Dedi Wahidi mencapai 44.000 penerima. Rinciannya terdiri atas 28.000 siswa jenjang SD, 9.686 siswa SMP, 3.146 siswa SMA, dan 3.168 siswa SMK.
Selain memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran, Dedi juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan nilai bantuan PIP pada tahun mendatang. Menurutnya, kenaikan biaya pendidikan perlu diimbangi dengan besaran bantuan yang lebih memadai agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat.
Ia mengusulkan agar bantuan bagi siswa SD ditingkatkan menjadi Rp750 ribu per tahun, sementara untuk siswa SMP menjadi Rp1 juta per tahun. Dedi juga berharap proses pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dapat segera diselesaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pendidikan nasional.
Dalam dialog bersama para peserta, Dedi membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang merasa berhak menerima PIP namun belum terdaftar sebagai penerima manfaat. Ia meminta masyarakat segera menyampaikan data melalui sekolah atau tim pendampingnya agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Saya ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau ada siswa yang memenuhi syarat tetapi belum menerima PIP, silakan laporkan melalui sekolah atau staf kami agar bisa kami kawal,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi diikuti 427 kepala sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dari wilayah Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Hadir pula Ketua Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan Arsyad, Rektor Universitas Darul Ma’arif Dr. Tobroni, M.Pd., Direktur Utama PT DMW Ajeng Ayu Lestari, Tenaga Ahli Dedi Wahidi Dr. Masrurih, M.Hum., anggota DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi PKB, serta sejumlah perwakilan instansi dan dunia usaha.
Melalui pengawalan Program Indonesia Pintar, Dedi Wahidi berharap semakin banyak anak Indonesia yang dapat menuntaskan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya. Baginya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
