Dok: Istimewa.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mendapatkan pengakuan atas kekuatan fundamental dan ketahanan bisnisnya. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan outlook stable untuk BTN.
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027, sekaligus mempertegas posisi BTN sebagai salah satu bank dengan kualitas kredit dan fundamental yang sangat kuat.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, capaian tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap fundamental perseroan sekaligus dorongan bagi BTN untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
“Peringkat ini memacu kami untuk terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Pefindo menilai kekuatan kredit BTN ditopang oleh sejumlah faktor utama, mulai dari kekuatan bisnis, likuiditas hingga fleksibilitas keuangan yang dinilai sangat kuat.
Penilaian positif tersebut juga tidak terlepas dari posisi strategis BTN sebagai bank yang memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
Pefindo menilai dukungan pemerintah terhadap BTN sangat kuat, sejalan dengan peran perseroan dalam menjalankan berbagai program perumahan nasional, termasuk program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi BTN, penguatan fundamental tersebut berjalan beriringan dengan transformasi bisnis perseroan. Di tengah langkah menuju model bisnis beyond mortgage, BTN tetap mempertahankan fokusnya sebagai pemain utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Salah satunya melalui penyaluran KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Dengan demikian, ekspansi bisnis BTN tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kinerja komersial, tetapi juga tetap menjaga kontribusinya terhadap agenda penyediaan hunian masyarakat.
Selain peringkat korporasi, Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp300 miliar.
Sementara itu, Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun mempertahankan peringkat idAA.
Struktur kepemilikan BTN turut memperlihatkan kuatnya posisi perseroan dalam ekosistem keuangan nasional. Per 30 Juni 2026, sebanyak 60% saham BTN dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sedangkan 40% lainnya dimiliki publik.
Dengan mempertahankan peringkat idAAA, BTN memasuki periode berikutnya dengan modal kepercayaan yang kuat untuk melanjutkan transformasi bisnis, memperluas ekosistem perumahan, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung target pembangunan hunian nasional.
