Jakarta – Kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang masih mencapai sekitar 990.000 unit membuka peluang besar bagi pengembangan industri perumahan. Di tengah kebutuhan tersebut, inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga layak, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Melihat peluang itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong lahirnya inovasi melalui roadshow BTN Housingpreneur Batch 3 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin (19/10/2026). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha untuk mengembangkan gagasan kreatif sekaligus menangkap peluang bisnis di sektor perumahan.
Mengusung tema “Rumah Zaman Now: Jawab Kebutuhan, Wujudkan Kelayakan”, BTN Housingpreneur mengajak generasi muda melihat persoalan perumahan dari perspektif yang lebih luas. Peluang bisnis tidak hanya terletak pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup desain, material bangunan, teknologi, efisiensi energi, hingga solusi digital.
Regional Head BTN Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Fitri Novianty R. Kusuma, mengatakan besarnya kebutuhan rumah di Jawa Tengah menunjukkan bahwa sektor perumahan masih memiliki ruang pengembangan yang luas.
“Ketika kita berbicara tentang perumahan, yang terbayang mungkin adalah rumah dan bangunan. Padahal, ekosistem housing jauh lebih luas, mulai dari desain dan tata kota, material, konstruksi, teknologi, solusi digital, efisiensi energi, hingga akses pembiayaan,” ujar Fitri.
Menurutnya, tantangan industri perumahan saat ini bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, melainkan memastikan hunian yang dihasilkan berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan. Karena itu, ide-ide baru perlu berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat agar dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat.
Fitri juga menegaskan bahwa BTN terus memperluas perannya melalui strategi Beyond Mortgage. Melalui strategi ini, bisnis perseroan tidak hanya berfokus pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem perumahan dan layanan digital.
Di Semarang, upaya penguatan layanan digital tersebut antara lain diwujudkan melalui kehadiran Digital Store BTN KCP Karangayu. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi BTN dalam mengembangkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.
Fitri berharap BTN Housingpreneur dapat mendorong mahasiswa dan pelaku usaha di Jawa Tengah dan DIY untuk menghadirkan gagasan baru, termasuk pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung kehidupan masyarakat.
“Ide yang baik tidak harus langsung sempurna. Yang penting berangkat dari kebutuhan nyata dan memiliki manfaat,” katanya.
Inovasi Jadi Modal Generasi Muda
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, mengapresiasi BTN Housingpreneur sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, dan memperoleh pengalaman di luar kegiatan perkuliahan.
Menurut Heru, persaingan pada era saat ini semakin ditentukan oleh penguasaan pengetahuan, teknologi, dan kemampuan menghasilkan inovasi. Generasi muda perlu mengembangkan kompetensi lintas disiplin agar mampu menjawab tantangan industri yang semakin kompleks, termasuk di sektor perumahan.
“Kompetisi itu sudah berubah dari resource-based menjadi knowledge and technology-based atau innovation. Jadi, siapa yang mempunyai inovasi, siapa kemudian yang mempunyai knowledge, itu yang akan memenangkan satu pertandingan atau kompetisi,” ujar Heru.
Dalam pengembangan hunian, inovasi juga perlu melampaui aspek bangunan fisik. Keterjangkauan, efisiensi energi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas kehidupan keluarga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip, Sunarti. Ia menjelaskan bahwa kelayakan hunian tidak cukup dinilai dari kualitas satu bangunan, tetapi harus dilihat dalam konteks kawasan permukiman secara keseluruhan.
“Layak itu kita tidak hanya layak melihat dari single building-nya, tapi layak harus dalam satu kawasan,” ujar Sunarti.
Menurutnya, pengembangan perumahan perlu mempertimbangkan kebutuhan penghuni, lingkungan sosial, kondisi alam, infrastruktur, dan aksesibilitas. Karakter wilayah serta kemampuan ekonomi masyarakat juga memengaruhi pilihan hunian yang sesuai.
Hunian vertikal dan rumah berukuran lebih kecil, misalnya, dapat menjadi pilihan di pusat kota. Sementara itu, rumah tapak masih diminati di kawasan pinggiran. Perbedaan kebutuhan ini menjadi peluang bagi inovator untuk merancang hunian yang lebih sesuai dengan karakter masyarakat dan wilayahnya.
Diskusi BTN Housingpreneur di Semarang turut membahas desain rumah yang efisien dan fungsional, perubahan kebutuhan konsumen, teknologi smart home, serta pemanfaatan material dan energi secara lebih efisien.
Dalam sesi Inspiration Talk, BTN menghadirkan Sunarti, Vice Chancellor MarkPlus Institute Jacky Mussry, Founder SPOA Architecture & Smiljan Space Rahmat Indrani, serta Direktur PT Andalusia Intra Teknologi (GridSolr) Hamdan Wahyudi, peraih Juara 3 BTN Housingpreneur 2025.
Kehadiran para pembicara dari bidang akademik dan industri tersebut memperkaya perspektif peserta mengenai tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan bisnis perumahan.
Pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 Dibuka hingga 30 November 2026
BTN Housingpreneur Batch 3 membuka kesempatan bagi mahasiswa, masyarakat umum, pengembang, dan pelaku usaha untuk mengembangkan ide maupun bisnis di sektor perumahan.
Kompetisi ini terbagi dalam dua kelompok. Pada kategori Business Ideation, peserta dapat mengikuti bidang Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Sementara itu, kategori Established Business mencakup Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
Pendaftaran berlangsung mulai 28 September hingga 30 November 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti tahapan Initial Screening, Business & Idea Evaluation, dan Live Pitching menuju seleksi finalis. Rangkaian program dijadwalkan berlanjut hingga awal 2027 dan berpuncak pada BTN Expo.
Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, BTN membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang memiliki potensi bisnis sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang masih besar, peluang untuk membangun ekosistem perumahan yang lebih inovatif tetap terbuka. Tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui teknologi, desain, layanan, dan model bisnis yang mampu meningkatkan kualitas hunian.
BTN berharap Jawa Tengah dan DIY tidak hanya menjadi pasar pertumbuhan perumahan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya ide-ide baru yang dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Informasi lengkap dan pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 dapat diakses melalui www.btnhousingpreneur.com.
