Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar memperkuat keimanan dan kualitas spiritual dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan, jabatan dan tanggung jawab sebagai pelayan publik bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pengajian rutin ASN dan non-ASN Pemprov Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/10/2026). Ia mengajak seluruh aparatur menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pertanggungjawaban kita selain kepada Allah SWT, pertanggungjawaban kita di dunia ini juga kepada masyarakat,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, fasilitas dan gaji yang diterima ASN bersumber dari masyarakat. Karena itu, setiap aparatur perlu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, menjaga integritas, serta memastikan tugas yang dikerjakan memberikan manfaat bagi warga Sumatera Utara.
“Fasilitas dan gaji yang kita dapatkan bersumber dari masyarakat Sumatera Utara. Oleh karena itu, mari kita jalankan amanah ini sebaik-baiknya agar menjadi jalan menuju surga, dan mendapat syafaat Rasulullah,” kata Bobby.
Selain penguatan spiritual, Bobby menekankan pentingnya kemampuan ASN beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, peningkatan kualitas aparatur harus berjalan seiring dengan perubahan zaman agar pelayanan publik semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah upaya pemerintah mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara per 8 April 2026, jumlah ASN di lingkungan Pemprov Sumut mencapai 35.838 orang.
Dengan jumlah aparatur tersebut, peningkatan kompetensi, integritas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Pengajian rutin kali ini juga menghadirkan pendekatan berbeda melalui metode interaktif yang memanfaatkan teknologi digital. Bobby mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai relevan dengan perkembangan zaman dan memberikan pengalaman baru bagi para peserta.
Ketua Forum Komunikasi Kerohanian Islam Badan Pembinaan Rohani Islam Sumut, Damri Tambunan, menjelaskan bahwa pengajian mengangkat tema Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pelaksanaan Tugas sebagai Pembuat Kebijakan Aparatur Sipil Negara.
Tema tersebut dipilih untuk mendorong ASN lebih mandiri dalam menggunakan teknologi digital, termasuk dalam mendukung penyusunan laporan kinerja melalui aplikasi MyASN.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berinteraksi menggunakan telepon pintar masing-masing. Pendekatan ini diharapkan membuat penyampaian materi lebih efektif sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembinaan aparatur.
Sementara itu, Ustaz Wahfiudin Sakam mengajak para peserta memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, baik untuk menunjang pekerjaan maupun mengembangkan dakwah. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian pesan melalui metode storytelling atau cerita inspiratif agar lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui pengajian rutin ini, Pemprov Sumut mendorong penguatan nilai spiritual berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi digital ASN. Harapannya, aparatur tidak hanya semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu menjalankan amanah secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
