Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terus diarahkan bukan hanya untuk memulihkan kondisi masyarakat, tetapi juga membangun kembali kekuatan ekonomi penyintas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong penyintas di Hunian Sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal Danau Maninjau.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau.
Program ini membekali penyintas dengan keterampilan mengolah ikan segar menjadi produk ikan asap yang memiliki nilai jual dan daya simpan lebih tinggi.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (12/8) tersebut merupakan pertemuan keempat.
Hadir Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana, perwakilan PNM, Pemerintah Kabupaten Agam, serta kelompok penyintas yang mulai bertransformasi menjadi pelaku usaha.
Ikan asap dipilih karena Danau Maninjau memiliki potensi perikanan yang besar, baik dari hasil tangkapan alami maupun budidaya.
Potensi tersebut kemudian didorong untuk tidak hanya dikonsumsi sebagai bahan pangan, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Pendampingan diberikan secara menyeluruh. Para penyintas dibekali kemampuan mulai dari proses produksi, peningkatan mutu dan standar produk, teknik pengolahan, hingga strategi memperluas jaringan pemasaran.
Untuk menunjang kegiatan produksi, BNPB dan PNM bersama pihak terkait juga memberikan sejumlah peralatan pendukung, termasuk oven ikan asap beserta perlengkapan lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan yang menempatkan kemandirian ekonomi sebagai salah satu fondasi penting setelah bencana.
Penyintas tidak hanya didorong untuk kembali menjalani kehidupan normal, tetapi juga memiliki keterampilan dan peluang usaha untuk menopang ekonomi keluarga.
Kolaborasi BNPB, PNM dan Pemerintah Kabupaten Agam menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
Ketika tempat tinggal dipulihkan, sumber penghidupan masyarakat juga perlu dibangun kembali.
Bagi penyintas di Huntara Linggai, potensi Danau Maninjau kini menjadi salah satu pintu untuk bangkit.
Dari ikan segar yang diolah menjadi ikan asap, muncul peluang untuk membangun usaha, memperluas pasar dan menciptakan sumber pendapatan baru.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat kebangkitan ekonomi penyintas sekaligus menumbuhkan kelompok usaha masyarakat yang semakin mandiri dan berdaya setelah menghadapi bencana.
