Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Shinta Maruarar berbincang hangat di sela kegiatan Pesona Merdeka 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Jakarta – Suasana hangat mewarnai kegiatan Pesona Merdeka 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Rabu (19/8/2026). Di tengah acara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sempat melontarkan candaan ringan kepada istrinya, Shinta Maruarar.
Maruarar menyebut Shinta sebagai pendamping Menteri PKP sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian PKP.
“Banyak juga jabatan Mama ya, lumayan juga ini,” ujar Maruarar, disambut suasana hangat peserta.
Candaan tersebut menjadi warna tersendiri dalam acara yang digelar Dharma Wanita Persatuan Kementerian PKP. Namun, di balik gurauan itu, Maruarar menyampaikan apresiasi atas kiprah Shinta yang mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk berani mengembangkan usaha.
Menurut Maruarar, kegiatan seperti Pesona Merdeka 2026 tidak seharusnya berhenti sebagai acara seremonial. Harus ada manfaat nyata yang bisa dibawa pulang oleh masyarakat.
“Ini kan Ibu Shinta mau bikin UMKM naik kelas. Saya berharap hari ini juga dengan melihat Angga, Wawan, Widodo, mudah-mudahan di acara ini bisa lahir Angga-Angga dan Wawan-Wawan baru,” katanya.
Membuka Karpet Merah untuk Gen Z
Shinta memang menjadikan Pesona Merdeka 2026 sebagai ruang bagi generasi muda untuk tampil. Tidak hanya pengusaha muda, pengusaha penyandang disabilitas juga diberikan kesempatan memasarkan produk mereka.
Sebanyak 54 tenant ambil bagian dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 17 tenant kuliner dan 37 tenant fashion. Menariknya, para UMKM tersebut diberikan kesempatan berjualan tanpa dipungut biaya. Produk yang ditampilkan juga dikurasi agar tidak saling berhadapan dengan produk yang sama.
Bagi Shinta, kesempatan tersebut merupakan bagian dari upaya membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkarya dan membangun usaha.
Maruarar menilai semangat tersebut penting karena Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha baru yang tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat.
Ia kemudian menceritakan sosok Angga, yang sebelumnya bekerja sebagai office boy, Wawan di Serang, Banten, serta Widodo di Batang, Jawa Tengah. Mereka disebut berhasil berkembang menjadi pengusaha di sektor perumahan.
“Jadi kita sangat senang kalau makin banyak orang-orang kaya baru di Indonesia yang lahir dari proses yang benar. Jangan orangnya itu-itu saja, supaya ada distribusi kue ekonomi di Indonesia,” ujar Maruarar.
Dari UMKM hingga Mimpi Punya Rumah
Pesona Merdeka 2026 tidak hanya menghadirkan fashion dan kuliner. Para peserta juga mendapat sosialisasi mengenai KUR Perumahan serta rumah subsidi melalui BRI dan BP Tapera.
Shinta mendorong anak muda agar tidak hanya berani memiliki usaha, tetapi juga mulai berani bermimpi mempunyai rumah sendiri.
Menurutnya, rumah pertama dapat menjadi awal kemandirian ekonomi. Dari rumah, seseorang bisa memulai usaha kuliner, fashion, bisnis daring, hingga mengembangkan usaha menjadi lebih besar.
Pesan itu sejalan dengan perhatian Maruarar terhadap penguatan ekosistem perumahan dan UMKM. Dalam acara tersebut, Maruarar juga mengecek langsung realisasi pembiayaan KUR Perumahan melalui BRI. Dalam tiga hari, transaksi KUR Perumahan di Jakarta tercatat mencapai Rp403 miliar dengan 662 debitur.
Sementara transaksi yang berlangsung dalam rangkaian kegiatan di M Bloc Space mencapai Rp22,5 miliar dari 37 debitur. Maruarar bahkan mendorong agar pada Oktober 2026, transaksi KUR Perumahan di Jakarta dapat menembus Rp1 triliun.
Pujian yang Sederhana
Di balik angka-angka tersebut, Maruarar melihat ada sesuatu yang lebih penting dari kegiatan yang digagas Shinta: kesempatan.
Kesempatan bagi anak muda untuk mencoba berjualan. Kesempatan bagi UMKM untuk bertemu pembeli. Kesempatan bagi pengusaha untuk mendapatkan akses pembiayaan. Hingga kesempatan bagi masyarakat untuk mulai mengenal jalan menuju rumah pertamanya.
Karena itu, candaan “banyak jabatan Mama” yang disampaikan Maruarar terasa lebih dari sekadar gurauan. Ada apresiasi seorang suami kepada istrinya yang memilih menggunakan ruang dan kesempatan yang dimilikinya untuk membuka jalan bagi orang lain.
“Baru ada gunanya acara ini,” kata Maruarar.
Semangat itulah yang ingin dibawa melalui Pesona Merdeka 2026: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga memberi ruang kepada generasi muda untuk berani bermimpi, berkarya, berusaha, dan membangun masa depannya sendiri.
