Gubernur NTT Melki Laka Lena saat memberikan sambutan pada Final Conference KARSA NUSA 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026). Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT.
Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menargetkan setiap kabupaten dan kota di NTT memiliki industri lokal atau usaha pengolahan berskala mendekati industri mulai 2027.
Target ini menjadi langkah untuk memperkuat ekonomi daerah dengan mengolah komoditas unggulan di wilayah sendiri, meningkatkan nilai tambah, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Melki menilai, NTT memiliki beragam potensi komoditas unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Namun, sebagian komoditas masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sementara proses pengolahannya dilakukan di luar daerah. Akibatnya, peluang ekonomi dari proses pengolahan belum sepenuhnya dinikmati masyarakat NTT.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah jambu mete. Melki mendorong agar komoditas tersebut dapat diolah langsung di NTT sehingga manfaat ekonominya tidak berhenti pada penjualan hasil mentah, tetapi juga berkembang melalui kegiatan industri dan usaha pengolahan.
“Karena itu, mulai tahun 2027, kita menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki industri lokal atau usaha pengolahan berskala mendekati industri. Jambu mete, misalnya, harus bisa diolah di NTT agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat kita sendiri,” kata Melki saat menutup Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi NTT (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).
Menurut Melki, pengembangan industri lokal perlu diarahkan agar potensi daerah memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Pengolahan komoditas di daerah asal diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk, mendorong tumbuhnya usaha baru, serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Upaya tersebut juga membutuhkan kebijakan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan dan potensi nyata setiap wilayah. Karena itu, Melki menegaskan bahwa hasil riset dan kajian ekonomi tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademis, tetapi perlu diterjemahkan menjadi rekomendasi dan langkah konkret.
Dalam penutupan KARSA NUSA 2026, Melki mengapresiasi partisipasi 251 makalah, termasuk 10 makalah terbaik dari kategori umum dan mahasiswa. Ia menilai kontribusi peneliti, akademisi, dan mahasiswa penting untuk memperkaya gagasan serta mendukung perumusan kebijakan pembangunan NTT.
Ia turut mendorong seluruh perangkat daerah menjadikan hasil penelitian sebagai salah satu dasar dalam menyusun program pembangunan. Dengan demikian, gagasan yang dihasilkan melalui kajian dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi unggulan, menentukan prioritas, dan merancang program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melki juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi NTT, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kupang, akademisi, peneliti, mahasiswa, dewan juri, narasumber, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan KARSA NUSA 2026.
Melalui target pengembangan industri lokal pada 2027, Pemerintah Provinsi NTT mendorong setiap daerah agar tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga mampu mengembangkan proses pengolahan yang memberikan nilai tambah. Langkah ini diharapkan memperkuat ekonomi lokal, memperluas kesempatan kerja, dan membuat manfaat potensi daerah semakin dirasakan masyarakat NTT.
