Jakarta – PT Geo Dipa Energi (Persero) mempercepat pengembangan dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yakni Patuha Unit 2 di Jawa Barat dan Dieng Unit 2 di Jawa Tengah. Kedua proyek ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi bersih nasional dengan dukungan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,3 triliun.
Investasi negara tersebut diterima Geo Dipa Energi pada awal 2019 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana itu diperuntukkan bagi pengembangan PLTP Patuha Unit 2 dan Dieng Unit 2, sekaligus menjadi salah satu persyaratan pendanaan untuk merealisasikan kedua proyek panas bumi tersebut.
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menjelaskan bahwa pembangunan kedua pembangkit memiliki target penyelesaian yang berbeda. PLTP Patuha Unit 2 ditargetkan mencapai Commercial Operation Date (COD) atau tanggal mulai operasi komersial pada kuartal I 2027. Sementara itu, PLTP Dieng Unit 2 ditargetkan beroperasi pada kuartal I 2028.
PLTP Patuha Unit 2 dirancang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW). Kehadiran pembangkit ini diharapkan menambah pasokan listrik dari energi panas bumi, yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Saat ini, proyek Patuha Unit 2 terus menunjukkan perkembangan pembangunan. Target operasi komersial pada awal 2027 menjadi salah satu tahapan penting bagi Geo Dipa dalam merealisasikan investasi di sektor energi terbarukan.
Adapun PLTP Dieng Unit 2 menjadi proyek lanjutan yang ditargetkan memasuki tahap operasi komersial pada awal 2028. Pengembangan di dua wilayah panas bumi tersebut memperlihatkan langkah Geo Dipa dalam mengoptimalkan potensi energi domestik melalui pembangunan infrastruktur pembangkit.
Panas bumi memiliki peran strategis dalam diversifikasi sumber energi karena dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan panas dari dalam bumi. Pengembangannya juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di tengah kebutuhan listrik yang terus berkembang.
Dengan dukungan PMN Rp1,3 triliun, Geo Dipa kini berfokus melanjutkan pembangunan kedua proyek sesuai target yang telah ditetapkan. Patuha Unit 2 ditargetkan beroperasi pada 2027, disusul Dieng Unit 2 pada 2028.
Pencapaian target tersebut akan menjadi tahapan penting dalam pengembangan pembangkit panas bumi Geo Dipa Energi sekaligus mendukung peningkatan kontribusi energi bersih dalam sistem kelistrikan Indonesia.
