Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Semangat R.A. Kartini terasa kuat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Dalam peringatan Hari Kartini 2026, perempuan ditegaskan bukan sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak utama dalam layanan pertanahan dan tata ruang di Indonesia.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa kontribusi perempuan kini semakin strategis dan nyata dalam mendorong pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan.
“Perempuan di ATR/BPN bukan sekadar partisipan, tapi penggerak utama dalam sistem pertanahan dan tata ruang,” ujarnya di Aula Prona.
Data internal menunjukkan, kekuatan perempuan di ATR/BPN bukan angka kecil. Dari total lebih dari 33 ribu pegawai, sekitar 45 persen di antaranya adalah perempuan. Bahkan, hampir setengah posisi pelaksana diisi oleh perempuan menjadi fondasi kuat dalam operasional layanan sehari-hari.
Namun di balik angka tersebut, tersimpan tantangan. Representasi perempuan di jabatan struktural baru mencapai 28 persen. Menurut Dalu, ini bukan hambatan, melainkan peluang besar untuk mendorong lebih banyak perempuan naik ke posisi kepemimpinan.
“Fondasi kita sudah kuat. Tinggal bagaimana membuka ruang lebih luas agar perempuan bisa tampil sebagai pemimpin,” tegasnya.
Mengusung tema “Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa”, peringatan ini tak hanya seremonial. Kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan, mulai dari sosialisasi penyakit menular hingga kesehatan reproduksi, lengkap dengan layanan cek kesehatan gratis dan vaksinasi.
Sekretaris Dewan KORPRI ATR/BPN, Hari Susiyanto, menyebut kesehatan menjadi kunci agar perempuan mampu menjalankan peran gandanya secara optimal.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Hariyadi Wibowo, mengingatkan bahwa perempuan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan generasi.
“Sehat bukan hanya fisik, tapi juga mental. Itu yang menentukan kualitas peran perempuan ke depan,” ujarnya.
Dengan kehadiran lebih dari 100 peserta perempuan dari berbagai unit kerja, termasuk Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta, momentum ini menegaskan satu hal: di balik layanan pertanahan yang semakin modern dan inklusif, ada peran besar perempuan yang terus bergerak, memimpin, dan menyatukan.
