Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. Dok: Istimewa.
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bisa menjadi peluang baru bagi pengembangan sektor perikanan daerah. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, mendorong hasil perikanan lokal Pati dan Grobogan dapat masuk dalam rantai pasok pangan bergizi nasional.
Gagasan tersebut disampaikan Firman saat menjalankan masa reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III. Selain menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI), Firman juga menyerap aspirasi pembudidaya ikan, masyarakat pesisir, kader PKK, dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Firman, potensi perikanan Pati dan Grobogan cukup besar untuk dikembangkan menjadi sumber protein sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, peningkatan konsumsi ikan perlu diikuti dengan pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi nelayan dan pembudidaya.
“Potensi perikanan di Grobogan dan Pati luar biasa. Kita harus menguatkan rantai pasok dari pembudidaya sampai konsumen, sehingga hasil produksi lokal memiliki pasar yang jelas,” ujar Firman.
Ia menilai MBG dapat menjadi salah satu peluang untuk mempertemukan kebutuhan pangan bergizi dengan produksi pangan dari daerah. Dengan keterlibatan produk perikanan lokal, manfaat program tidak hanya dirasakan penerima MBG, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
Bagi Firman, ikan memiliki keunggulan sebagai sumber protein hewani yang kaya nutrisi. Kandungan protein, omega-3 dan zat besi pada ikan penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu upaya pencegahan stunting.
Namun, ia mengingatkan agar penguatan konsumsi ikan tidak berhenti pada kampanye. Pemerintah juga perlu memastikan ekosistem produksi dan distribusinya berjalan baik, mulai dari ketersediaan benih dan pakan hingga akses pembiayaan dan sarana produksi.
Dalam kegiatan reses tersebut, sejumlah pelaku usaha perikanan menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan bantuan benih ikan, pakan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perikanan, serta peningkatan sarana dan prasarana tambak.
Firman memastikan berbagai aspirasi tersebut akan dibawa dan dikawal melalui tugasnya di Komisi IV DPR RI. Menurutnya, penguatan sektor perikanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pembudidaya dan nelayan.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, penyuluh perikanan, kader PKK, Posyandu dan masyarakat memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI).
“Kalau Grobogan dan Pati gemar makan ikan, anak-anak kita sehat, stunting turun, dan ekonomi perikanan daerah maju,” tegas Firman.
Dengan potensi tersebut, Firman melihat pengembangan konsumsi ikan bukan hanya sebagai agenda kesehatan dan gizi, tetapi juga sebagai peluang membangun mata rantai ekonomi baru. Produksi perikanan lokal yang terserap ke pasar yang lebih luas diharapkan mampu memberikan kepastian usaha sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat daerah.
