Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu. Dok: Istimewa.
Jakarta – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atas kepemimpinan BTN sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Maruarar Sirait saat Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Di hadapan Presiden Prabowo, Maruarar menegaskan bahwa BTN masih menjadi bank dengan penyaluran pembiayaan rumah subsidi tertinggi di Tanah Air.
“Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon,” ujar Maruarar Sirait.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyediaan rumah layak dan terjangkau merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Presiden juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi guna mempercepat akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia.
BTN menjadi bank dengan jumlah peserta akad terbesar dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad KPR secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyatakan penghargaan dari Menteri PKP menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional.
Menurut Nixon, capaian BTN merupakan hasil sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, BP Tapera, sektor perbankan, pengembang, serta dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan.
“Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas,” ujar Nixon.
Data Kementerian PKP hingga 29 Juli 2026 menunjukkan BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara seluruh bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit. Secara konsolidasi, BTN dan BSN telah membiayai 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Nixon menegaskan, kepemimpinan BTN tidak hanya tercermin dari tingginya penyaluran KPR kepada masyarakat, tetapi juga melalui dukungan terhadap sisi pasokan perumahan.
Hingga akhir Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) BTN telah mencapai sekitar Rp4,39 triliun. Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, hingga pelaku usaha lain dalam rantai pasok pembangunan perumahan.
Selain memperkuat pembiayaan, BTN juga terus mengembangkan layanan digital melalui platform balé Properti. Platform tersebut memungkinkan masyarakat mencari hunian, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR secara terpadu dalam satu ekosistem digital.
“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” kata Nixon.
Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun 2026 menjadi yang terbesar sejak program tersebut pertama kali diselenggarakan. Berdasarkan data BP Tapera, kegiatan itu melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, sekaligus menjadi bukti semakin kuatnya kolaborasi pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
