Kondisi kebakaran yang melanda empat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Dok: BNPB.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mengerahkan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil menyusul kebakaran yang masih berlangsung hingga Rabu (1/7) pagi dan berpotensi terus meluas.
Berdasarkan hasil asesmen Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, karakteristik material sampah yang mudah terbakar, ditambah cuaca panas dan hembusan angin kencang, menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut juga menyulitkan petugas karena titik api berada di tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu.
Merespons situasi tersebut, Suharyanto segera menginstruksikan jajaran BNPB untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, melakukan asesmen lanjutan, serta mengoptimalkan seluruh upaya pemadaman.
“Upayakan segera dipadamkan,” tegas Suharyanto.
Untuk mendukung operasi di lapangan, Kepala BNPB memerintahkan pengerahan dua helikopter water bombing. Selain itu, ia juga meminta kesiapan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi kebakaran memerlukan intervensi tambahan.
Sebagai tindak lanjut, helikopter MI-8AMT registrasi RA-22834 direposisi dari Jambi menuju Tangerang pada Rabu (1/7). Helikopter tersebut memiliki kapasitas membawa hingga 4.000 liter air yang dapat dijatuhkan langsung ke titik api guna mempercepat proses pemadaman.
Sementara itu, operasi darat terus dilakukan dengan mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi. Hingga kini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare.
Kebakaran juga berdampak pada masyarakat sekitar. Sebanyak 15 warga atau lima kepala keluarga mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat terdampak asap. BNPB bersama pemerintah daerah turut menyiagakan layanan kesehatan dan membagikan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Meski berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kebakaran belum memengaruhi operasional penerbangan. BNPB memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar api segera dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.
