Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan memperkuat sinergi dalam memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan semakin efektif, transparan, dan akuntabel.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, didampingi dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono, dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/06/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola program melalui penyempurnaan pengelolaan anggaran, optimalisasi infrastruktur pemerintah di daerah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penataan ulang (refocusing) anggaran agar alokasi pembiayaan semakin tepat sasaran dan sepenuhnya mendukung pelaksanaan program-program prioritas nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain aspek anggaran, Badan Gizi Nasional dan Kementerian Keuangan juga menyepakati optimalisasi pemanfaatan infrastruktur pemerintah di daerah. Jaringan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di tingkat kabupaten dan kota akan dimanfaatkan untuk membantu proses pemeriksaan fisik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sinergi ini diharapkan memperkuat fungsi pengawasan sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung program di berbagai daerah.
Penguatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua institusi sepakat mendorong penyelenggaraan pelatihan pertanggungjawaban keuangan bagi para kepala SPPG agar pengelolaan anggaran di tingkat pelaksana semakin profesional, tertib administrasi, dan memenuhi prinsip akuntabilitas.
Melalui kolaborasi ini, Badan Gizi Nasional dan Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola program yang semakin kuat. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi secara efektif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
