Sekretaris Utama BPJPH, Muhamad Aqil Irham,. Dok: Istimewa.
Jakarta – Perubahan tren konsumsi masyarakat Muslim mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membangun kepercayaan melalui sertifikasi halal.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa kolaborasi antara industri besar dan UMKM menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan pasar halal yang semakin kompetitif.
Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham menyampaikan bahwa sertifikasi halal kini telah menjadi fondasi utama dalam membangun brand yang kuat, khususnya bagi generasi Muslim yang semakin sadar akan pentingnya kehalalan produk.
“Halal bukan lagi sekadar label, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Ini yang harus dipahami oleh pelaku usaha, terutama dalam membangun brand yang berorientasi pada nilai,” ujarnya dalam Halal Brand Forum 2026 di Jakarta.
Ia menambahkan, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana pelaku usaha mampu mengonversi sertifikasi halal menjadi nilai ekonomi yang nyata, seperti peningkatan penjualan, ekspansi pasar, hingga penguatan loyalitas konsumen.
Dalam konteks tersebut, BPJPH mendorong industri besar untuk mengambil peran lebih aktif dalam membina UMKM. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem halal yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Menurut Aqil, UMKM memiliki potensi besar, namun seringkali terkendala akses pasar dan keterbatasan kapasitas produksi. Oleh karena itu, kehadiran industri besar sebagai mitra strategis menjadi sangat penting.
“Industri besar bisa menjadi penggerak. Mereka tidak hanya membina, tetapi juga membuka akses pasar bagi UMKM agar produknya bisa naik kelas,” jelasnya.
Selain itu, BPJPH juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam penerapan standar halal. Kepercayaan konsumen menjadi aset utama yang harus dijaga oleh setiap pelaku usaha.
Forum Halal Brand 2026 menjadi wadah diskusi strategis bagi para pelaku industri untuk memperkuat pemahaman terkait pentingnya nilai halal dalam membangun brand yang berkelanjutan.
Dengan strategi kolaboratif ini, BPJPH berharap produk halal Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi pilihan utama di pasar internasional.
