Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyant. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi penanganan pascabencana di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Situation Room Bina Graha, Rabu (25/3/2026), yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menegaskan bahwa fase rehabilitasi dan rekonstruksi kini menjadi prioritas utama pemerintah setelah masa tanggap darurat dilalui.
Menurutnya, salah satu fokus utama adalah penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 36.000 hunian tetap yang akan dibangun secara bertahap di tiga provinsi tersebut.
โDalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan fleksibilitas. Bagi yang ingin tinggal di hunian terpusat, dapat mendaftar melalui pemerintah daerah. Sementara yang ingin tetap tinggal di lahan milik sendiri yang aman dari risiko bencana juga akan difasilitasi,โ ujar Suharyanto.
Ia menambahkan, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk membangun rumah secara mandiri dengan pendampingan teknis dari pemerintah, guna memastikan standar keamanan bangunan tetap terpenuhi.
Selain pembangunan hunian, pemerintah juga mempercepat penyediaan hunian sementara, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, serta pemulihan layanan publik. Sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi menjadi perhatian utama agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Distribusi bantuan logistik, penyaluran dana tunggu hunian, hingga dukungan operasional di lapangan terus diperkuat. BNPB bersama kementerian terkait juga memastikan pendampingan kepada pemerintah daerah berjalan intensif.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat sekaligus membangun kawasan yang lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang.
