Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu Jumat (6/2) hingga Sabtu (7/2) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kejadian bencana pada periode tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
BNPB menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, sehingga meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, dan tanah bergerak.
Karena itu, BNPB terus melakukan pemantauan intensif serta koordinasi dengan pemerintah daerah melalui BPBD setempat untuk memastikan langkah penanganan dan kesiapsiagaan berjalan optimal.
Salah satu kejadian bencana yang tercatat adalah tanah longsor di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, yang menyebabkan korban jiwa. Selain itu, longsor juga terjadi di area pertambangan timah di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan dampak yang lebih besar.
Sementara itu, bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal hingga kini masih berdampak luas terhadap permukiman warga dan fasilitas umum.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi basah.
