Ilustrasi LRT Jabodebek. Dok: Humas LRT.
Jakarta – Senin pagi di awal Desember membawa perubahan baru bagi para pengguna LRT Jabodebek. PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi menerapkan penambahan perjalanan setelah dua minggu penuh melakukan uji coba intensif.
Keputusan ini sekaligus menjadi respon atas meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Jabodebek.
Dalam skema baru tersebut, jumlah perjalanan harian melonjak dari 396 menjadi 430 perjalanan pada hari kerja. Penambahan armada juga dilakukan dari semula 24 rangkaian, kini 26 rangkaian LRT siap melayani lintas utama sejak pagi hingga malam.
Baca juga: Sufmi Dasco Ahmad Lepas Pesawat Bantuan ke Tapanuli, Padang, dan Aceh
Manager Public Relation LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa perubahan ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, setiap penyesuaian harus melalui evaluasi mendalam, apalagi menyangkut keselamatan operasional.
“Kami mengedepankan keseimbangan antara peningkatan kapasitas dan aspek keselamatan. Semua perubahan sudah melalui analisis komprehensif bersama para pemangku kepentingan,” ujar Mahendro.
Ia menambahkan bahwa masa uji coba selama empat belas hari menjadi kunci keberhasilan implementasi jadwal baru. Selama periode tersebut, LRT Jabodebek mampu melayani lebih dari 102 ribu penumpang per hari angka yang meningkat tiga persen dibanding hari normal sebelumnya.
Data ini memperkuat keyakinan manajemen bahwa penambahan perjalanan diperlukan untuk memenuhi permintaan yang terus naik.
Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Dorong NTT Jadi Pusat Energi Bersih Indonesia
Para pengguna pun merasakan perubahan tersebut. Ayuarianti, salah satu penumpang yang rutin berangkat dari Stasiun Cikoko, mengaku perjalanan menuju Harjamukti tetap lancar meski jadwal operasi kini lebih padat.
“Sejauh ini tetap aman dan nyaman,” tuturnya.
Dari sisi operasional, waktu tunggu pada jam sibuk turut mengalami penyesuaian. Di lintas Jatimulya-Cawang, interval kereta kini berada di kisaran delapan menit lebih, sementara lintas Cawang Dukuh Atas menjadi sekitar empat menit.
Penyesuaian ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada stasiun-stasiun transit.
Sepanjang tahun 2025, LRT Jabodebek telah melayani lebih dari 26 juta perjalanan penumpang. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan berbasis rel ini semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan moda transportasi cepat, modern, dan terukur.
Baca juga: Aksi Kemanusiaan Baharkam Polri, Bantuan untuk Aceh, Sumbar, dan Sumut Diterbangkan
KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau jadwal terbaru melalui kanal resmi LRT Jabodebek, terutama bagi para komuter yang mengandalkan ketepatan waktu dalam aktivitas hariannya.
Dengan peningkatan kapasitas ini, operator berharap kenyamanan dan efisiensi perjalanan semakin dirasakan oleh seluruh pengguna.
