Dok: Istimewa.
Jakarta – Di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, jajaran Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam hadir untuk masyarakat.
Pada Sabtu pagi, 29 November 2025, halaman Mako Ditpoludara Baharkam Polri di Pondok Cabe berubah menjadi pusat aktivitas kemanusiaan.
Sejak pukul 07.00 WIB, para personel sibuk mempersiapkan pengiriman ribuan kilogram bantuan yang akan diterbangkan ke tiga wilayah terdampak.
Baca juga: ATR/BPN Bahas Tiga RDTR dalam Rakor Lintas Sektor di Jakarta
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktorat Samapta Korsabhara Baharkam Polri, dan mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Polri. Sejumlah pejabat utama hadir untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar mulai dari Kabaharkam Polri, Kakorpolairud, Wadankorbrimob, Waastamaops Kapolri, hingga Karopenmas Divhumas. Dukungan ini menegaskan bahwa penanganan dampak bencana adalah prioritas bersama.
Tak hanya itu, sejumlah pejabat Korsabhara juga terlibat sebagai pengantar bantuan, termasuk BJP Tory Kristianto, KBP Gatot Aris, KBP Erwin Horja Sinaga, dan KBP Devi Firmansyah.
Mereka memastikan seluruh logistik dimuat dengan aman sebelum diberangkatkan menggunakan pesawat-pesawat milik Ditpoludara.
Total bantuan yang dikirim hari itu mencapai lebih dari 32,5 ton, hasil kolaborasi berbagai satuan kerja di Polri. Bantuan kesehatan dari Pusdokkes Polri menjadi salah satu prioritas, berupa obat-obatan yang dialokasikan untuk tiga Polda: 114 kg untuk Aceh, 113 kg untuk Sumbar, dan 116 kg untuk Sumut.
Dari Korbrimob Polri, bantuan berupa perlengkapan SAR juga ikut diterbangkan, ditujukan untuk memperkuat Satbrimobda Aceh. Di dalamnya terdapat tiga set perahu karet HKS-45, ratusan rompi dan helm SAR, hingga perlengkapan pendukung lain dengan total berat hampir 700 kilogram.
Sementara itu, Slog Polri menyiapkan bantuan logistik dasar dalam jumlah yang jauh lebih besar. Lebih dari 31 ton kebutuhan pokok didistribusikan ke tiga Polda, dengan Aceh menerima 9.394,6 kg, Sumbar 8.812,2 kg, dan Sumut 13.267,2 kg.
Untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu, distribusi dilakukan melalui jalur udara. Pesawat CN 295 P-4501 bertugas mengangkut bantuan ke Sumbar dan Aceh, sementara Fokker 50 P-4401 fokus melayani rute Sumut secara pergi-pulang.
Seluruh pengiriman berjalan berdasarkan Surat Perintah Pergeseran Logistik dan disertai berita acara serah terima yang lengkap.
Rangkaian kegiatan ini kembali menegaskan peran Polri dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat Siap, Terlihat, dan Bermanfaat, Polri ingin memastikan bahwa masyarakat di daerah bencana tidak merasa sendirian. Bantuan ini bukan hanya wujud kepedulian, tetapi juga bukti nyata kehadiran negara dalam situasi sulit.
