Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. Dok: Istimewa.
Jakarta – Di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi digital, semangat menjaga demokrasi yang beradab kembali digaungkan oleh Yasonna Laoly melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kedaulatan Rakyat Dalam Perspektif Demokrasi Pancasila”.
Forum tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan tentang bagaimana demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur Pancasila menjunjung musyawarah, persatuan, keadilan sosial, dan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat kebangsaan, Yasonna menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh kehilangan arah dan menjauh dari suara masyarakat.
“Suara rakyat adalah fondasi utama demokrasi. Demokrasi yang sehat lahir ketika rakyat didengar, dilibatkan, dan dihargai,” ujarnya.
Menurutnya, demokrasi Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda karena dibangun bukan hanya atas kebebasan, tetapi juga semangat gotong royong dan kebersamaan. Karena itu, demokrasi Pancasila dinilai tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
FGD tersebut juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi sosial, perbedaan pandangan politik, hingga derasnya informasi di media digital yang kerap memicu perpecahan. Dalam kondisi itu, nilai persatuan dan budaya musyawarah dinilai menjadi kunci penting untuk menjaga keutuhan bangsa.
Tak sekadar forum diskusi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemikiran dan gagasan positif demi memperkuat demokrasi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan bermartabat.
Di akhir kegiatan, semangat yang mengemuka dalam forum tersebut sederhana namun kuat: demokrasi akan tetap kokoh jika rakyat tetap menjadi pusat dari setiap kebijakan dan arah pembangunan bangsa.
