Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dok: Kemendagri.
Jakarta – Pemerintah daerah didorong terus melahirkan inovasi yang tidak hanya terlihat sebagai program, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan berbeda yang harus dijawab dengan kreativitas masing-masing pemerintah daerah.
Dorongan itu disampaikan Tito dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi di Makassar, Jumat (18/9/2026).
Menurut Tito, pemerintah daerah perlu menerjemahkan arahan pembangunan nasional melalui langkah konkret, termasuk dalam menjaga lingkungan dan menata kawasan perkotaan sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI.
“Pemda perlu menerjemahkan arahan Presiden tersebut melalui langkah konkret sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Tito.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penataan media promosi di ruang publik. Tito menilai keberadaan berbagai sarana promosi perlu ditata agar tidak mengurangi estetika kawasan perkotaan.
Ia mencontohkan pemanfaatan videotron sebagai salah satu inovasi yang mulai diterapkan sejumlah daerah. Selain membuat media promosi lebih tertata, penggunaan videotron juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan ruang publik.
“Videotron seperti ini, di Jakarta sudah dimulai, di Semarang, di Bandung, di beberapa kota lain,” kata Tito.
Menurutnya, inovasi semacam itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah dapat mencari solusi yang menyesuaikan dengan kondisi wilayahnya masing-masing.
Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan memberikan arahan secara langsung kepada para kepala daerah terkait Gerakan Indonesia ASRI. Arahan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan gerakan di tingkat daerah.
Bagi Tito, upaya memperbaiki lingkungan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dasar. Kompetisi antardaerah melalui ajang apresiasi pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong kepala daerah saling belajar dan mengembangkan praktik baik.
“Bagi yang belum, ya mudah-mudahan bisa termotivasi. Bagi yang sudah dapat penghargaan, manfaatkan anggaran tersebut, pertahankan prestasinya,” ujar Tito.
Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI terhadap penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Melalui kompetisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengejar penghargaan, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk mengevaluasi kinerja dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Pada akhirnya, inovasi daerah tidak selalu harus berbentuk program besar. Penataan ruang publik, pengelolaan lingkungan, hingga perbaikan pelayanan dasar dapat menjadi langkah konkret ketika disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
