Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) kembali menjadi ruang penting bagi para pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan. Bertempat di Pusat Pendidikan dan Latihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pelatihan ini resmi dibuka pada Senin (4/5) oleh Kepala BNPB, Suharyanto.
Dalam arahannya, Suharyanto menegaskan bahwa jabatan bukanlah penghalang untuk turun langsung ke lapangan saat bencana terjadi. Ia mencontohkan bagaimana para pejabat BNPB diterjunkan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.
Menurutnya, kehadiran langsung di lokasi menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan efektif, sekaligus sebagai bentuk pendampingan kepada pemerintah daerah dan masyarakat terdampak.
“Walaupun pejabat, ketika terjadi bencana harus terjun langsung ke lokasi, mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Pelatihan SDMT ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga ruang berbagi pengalaman antar kepala pelaksana BPBD dari seluruh Indonesia. Para peserta didorong untuk saling bertukar praktik terbaik berdasarkan pengalaman penanganan bencana di wilayah masing-masing.
Suharyanto juga menekankan bahwa materi pelatihan kali ini lebih banyak berbasis pada pengalaman nyata dari berbagai kejadian bencana yang telah terjadi. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi para peserta.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Novendra Kasmara, Kalaksa BPBD Kabupaten Siak, menyebut SDMT sebagai momentum penting untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam perencanaan dan penanganan bencana yang lebih efektif.
Hal senada disampaikan Dwi Berta Meiliana, Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkayang, yang menilai pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Selama 12 hari ke depan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari sistem penanggulangan bencana, kepemimpinan saat krisis, hingga manajemen logistik dan gladi posko.
Melalui SDMT, BNPB berharap para Kalaksa BPBD dapat menjadi garda terdepan yang sigap, tanggap, dan tepat dalam menghadapi setiap potensi bencana di daerahnya.
