Dok: Istimewa.
Jakarta – Momentum Hari Ulang Tahun ke-65 menjadi titik penting bagi Bank DKI untuk mempercepat transformasi menuju bank pembangunan daerah yang modern dan kompetitif. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara tegas mendorong seluruh jajaran bank milik daerah tersebut untuk bergerak lebih cepat dalam memperkuat daya saing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Hal ini disampaikan Rano saat menghadiri kegiatan “Hari Bersama Bank Jakarta” yang digelar di Jakarta International Convention Center, Minggu (26/04/2026). Acara yang dihadiri sekitar 6.000 karyawan itu menjadi simbol kekuatan internal sekaligus modal besar dalam menghadapi tantangan industri perbankan ke depan.
“Saya sangat yakin Bank DKI akan terus berkembang. Tahun depan, jumlah ini bisa bertambah. Artinya, organisasi ini tumbuh dan semakin kuat,” ujar Rano.
Menurutnya, transformasi tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja yang solid. Ia menekankan bahwa keberhasilan Bank DKI selama 65 tahun terakhir tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh kontribusi seluruh insan perusahaan yang menjaga kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Rano juga mengungkapkan rencana strategis pembangunan kantor pusat baru (head office) yang diharapkan menjadi simbol kemajuan Bank DKI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, berkomitmen penuh mendukung penguatan infrastruktur tersebut dengan target dapat mulai ditempati pada 2028.
“Insyaallah Bank DKI akan memiliki head office yang representatif dan modern. Ini bagian dari penguatan institusi ke depan,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti posisi strategis Bank DKI di tengah pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional sebesar 16,61 persen. Dalam konteks ini, Bank DKI dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Saat ini, Bank DKI tengah memasuki fase akselerasi melalui berbagai inisiatif transformasi, termasuk penerapan 12 flame drivers sebagai pendorong utama peningkatan kinerja. Langkah ini ditargetkan mampu mendorong capaian laba bersih hingga Rp1,001 miliar pada 2026.
Rano menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut harus tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat. Ia optimistis, dengan fondasi tersebut, Bank DKI mampu menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Tak kalah penting, penguatan budaya perusahaan melalui nilai EPICC (Excellent, Professional, Integrity, Customer-Focused, Collaborative) juga menjadi sorotan. Rano meminta nilai tersebut tidak berhenti sebagai jargon, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kinerja sehari-hari.
“Budaya kerja harus hidup. Kolaborasi dan inovasi harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi perubahan,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta serta semangat transformasi yang terus digencarkan, Bank DKI diharapkan mampu melompat lebih jauh dari sekadar bank daerah menjadi institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
